Cersex Cerita Sex ngentot mesum dan foto bugil Bermain Cinta Dengan Anak Kandung Sendiri Yang Mempunyai Body Hot Dan Seksi

Kehidupan Cerita Dewasa, Cerita Mesum, Cerita Sex Terbaru,Cerita Pemerkosaan, Cerita Sex Tante Girang,  atas istriku akad nikah yang telah memijak baya 18 tahun saya rasa lazim lazim aja telah enggak serupa dulu lagi, kini bila kita berkaitan enggak sehot apa yang saya menonton melihat di film, kebanyakan di dalam film beradegan atas gaya yang bervariatif ketika itu saya kerap berfantasi atas perempuan lain.

keadaan lain yang menarik perhaAmelnku ialah realitas bila permainan lesbian amat terkenal. saya mulai terpikat atas perempuan belia yang mencumbui faraj perempuan belia lainnya yang halus, berair, serta kebanyakan tidak berbulu.


memandang film-film itu buat berfantasi mulai mengganti kehidupanku. saya memiliki tiga orang anak perempuan yang beranjak anak muda. saya mulai mengacuhkan mereka, kulihat aturan mereka berpakaian, aturan jalannya, serta semua aksi laris mereka.

Mereka jadi obsesiku seorang diri! Kuamati lebih detil ketika mereka bangkit pagi buat memandang putingnya yang memadat di kembali busana tidur mereka. Kunikmati puting mereka yang terayun ketika mereka bepergian dalam rumah. saya lalu mencermati mereka hingga segalanya beranjak jadi seseorang perempuan belia yang sempurna.

Yang tertua ialah Irma. beliau memiliki puting yang setidaknya besar, branya boleh jadi D-cup ataupun lebih besar. beliau aktual tidak amat cantik, tetapi lezat dilihat. saya benar-benar percaya teman-teman cowoknya melimpah yang mengacuhkan dadanya. Irma pula mempunya birit yang cepat serta besar. tetapi walaupun beliau yang setidaknya berumur di antara saudara-saudaranya, beliau kerap berkelakuan serupa perempuan berumur setengah umurnya.

Yang setidaknya belia Amel. Amel boleh jadi yang setidaknya cantik di antara ketiganya. permasalahannya ialah beliau pelasuh, cuma bersandar serta tidak melakukan apa juga sepanjang durasi. Jadi pantatnya jadi meluas.. ? Putingnya anyar mulai tumbuh. serta di sisi itu beliau tomboy, saya jadi memasalahkan tipe kelaminnya. beliau lebih senang terletak di antara pria dari wanita.

Rahma yang di lagi, di antara anak-anakku, rupa badannya lah yang terbagus. Bagiku, beliau memiliki badan dalam fantasiku. beliau ada badan yang sempurna atas bra B-cupnya, ataupun C-cup minim.

Rambutnya yang jauh sampai melampaui bahunya, serta matanya senantiasa tampak mempesona. permasalahannya beliau yang setidaknya nakal. senantiasa membikin permasalahan. beliau pula siuman bila beliau memiliki badan yang baik serta senantiasa mengenakan busana yang menampilkan keadaan itu. Di antara anak-anakku, Rahma lah yang jadi materi abun-abun utamaku. tiap kali saya menyetubuhi istriku, Rahma lah yang terdapat dalam benakku!

cerita ini berasal atas Irma serta temannya Intan. Intan satu tahun lebih belia, tetapi mereka amat dekat. Intan senantiasa menginap di rumah kita paling tidak sekali sebulan. Intan amat ramping, dadanya minim, tetapi amat manis.

sesuatu malam ketika Intan menginap, saya mulai memandang film asusila serupa lazim. Suaranya kumatikan jadi saya bisa mengikuti bila terdapat orang yang memepet. Lagipula saya tangkap (suara) suara bising dari kamar Irma.

Kupikir mereka lagi sibuk atas hal perempuan anak muda serta begadang hingga pagi ngomongin berhubungan pria serta sekolah, ataupun apapun yang jadi hal perempuan sama tua mereka. tidak tahu gimana suara yang kudengar tidak lagi serupa orang yang lagi ngobrol. terkadang kudengar suara erangan.. Yang berangsur-angsur cukup keras pula.

saya memepet ke pintu kamar Irma serta lebih memperhatikan apa yang lagi berlangsung. serta betul! Itu suara erangan serta cukup bising! bila aja pintunya tidak tertutup tentu kedengaran hingga luar atas nyata. kemudian saya tangkap (suara) jeritan kenikmatan.

Kudorong pintunya sedikit terbuka. Apa yang kulihat didalam amat mengejutkanku. Intan serta Irma berbaring di dek atas Amel diantara mereka. Kepala Intan terletak diantara pukang Irma serta kepala Amel terdapat di tengah pukang Irma..

sehabis mataku bisa mencocokkan atas kemalaman kamar itu, kulihat dada Irma beranjak naik turun atas lekas karna nafasnya. Putingnya nyatanya lebih besar dari yang kubayangkan. Tangannya memilin putingnya seorang diri ketika Intan menjilati kelentitnya serta dua jarinya yang terbenam pada faraj Irma. Mata Irma terkatup dalam kenikmatan yang dikasihkan Intan.

saya lalu mengacuhkan mereka sampai pukang Irma mencengkeram kepala Intan serta kelihatan barangkali beliau bakal �memecahkan� putingnya seorang diri ketika beliau memperoleh orgasmenya pada muka Intan.

agaknya Intan pula sudah orgasme dalam durasi yang serupa, karna beliau menatang kepalanya dari pukang Irma atas larutan faraj yang mengalir jatuh di pipinya seperjalanan atas badannya yang menegang serta kudengar satu buah bentakan pergi dari bibirnya.

saya kaget berkurang ketika kurasakan terdapat badan yang menekan punggungku. ketika kutengok, kulihat Rahma lagi berdiri di depanku. Rahma memandangku atas mata indahnya serta bersoal..

�Apa abi menikmatinya? � kemudian beliau memandang ke bawah serta meremas penisku yang telah keras.

�Tak harus dijawab, saya dapat amati serta rasa abi menikmatinya. �

�Kenapa abi tidak merdeka aja celana abi serta berasosiasi atas kita? � tanyanya berbarengan atas tangannya yang beranjak masuk dalam celanaku serta mulai meremas penisku atas ayal.

serta barangkali saya tidak membutuhkan keadaan lain tidak cuma turut berasosiasi atas anak-anakku, tetapi..

�Papa enggak dapat, biyung kamu bakal mematikan abi. � saya tangkap (suara) suara Irma ketika saya mulai menjauhi mereka.

�Papa enggak ingat apa yang abi lewatkan! �

Sedihnya, saya ingat apa yang sudah kulewatkan. saya sudah melalaikan kans buat memperoleh tidak cuma satu, tetapi empat perempuan belia yang panas. Fantasiku nyaris aja jadi nyata.

saya pergi ke kamarku serta berbaring disamping isteriku. kebanyakan ketika saya serta isteriku melaksanakan ikatan gender kerasa hambar. Kali ini ketika saya merangkak ke berdasarkan badannya, kusetubuhi beliau atas keras serta lekas. saya pergi dalam sebagian menit aja, anyar aja kukeluarkan penisku..

�Bagaimana denganku? � kudengar isteriku bersoal serta menggenggam penisku yang lagi keras.

beliau beranjak naik di atasku serta lekas memuatkan balik penisku dalam vaginanya. Ini pertama kalinya beliau berinisiatif. serta kupikir ini pula pertama kalinya beliau di berdasarkan. Isteriku beranjak naik turun serta bisa kurasakan tangannya yang memperdayakan kelentitnya ketika beliau beranjak diatasku.

memandang isteriku yang mencoba menggapai orgasmenya membuatku terangsang balik. Kuremas payudarnya, kubayangkan yang terletak dalam genggamanku ialah punya Irma. Kupelintir putingnya diantara jariku, keras serta lebih keras lagi, tidak boleh jadi memblokir saya.

beliau menggelinjang kegelian, tangannya kian menekan kelentitnya. Ini pertama kalinya kurasakan larutan faraj isteriku menyemprot padaku. Orgasmenya kali ini terhebat dari yang sempat didapatkannya. saya jadi berasumsi apa beliau amat senang atas kehidupan gender kita sebelumnya.

Isteriku mulai melembek. saya belum pergi kali ini, jadi kugulingkan badannya kesamping serta lekas menindihnya. Langsung kuhisap putingnya atas bersemangat. Kusetubuhi beliau atas daya yang tidak sempat kubayangkan sebelumnya.

saya mulai merasakan orgasmeku bakal lekas meledak. ketika puncakku kian dekat, kugigit putingnya sedikit lebih keras, yang membawanya pada orgasmenya. serta ketika kurasakan abar-abar vaginanya berkontraksi pada penisku, kutembakkan spermaku jauh didalam badannya buat kedua kalinya dalam tiga persepuluhan desimal menit ini. Kuturunkan tubuhku dari atasnya.

�Tadi benar hebat� tutur isteriku.

�Seharusnya anda lebih kerap serupa mulanya. �

ketika saya bangkit keesokan harinya, isteriku telah tidak terdapat di sampingku. sontak insiden mulanya malam balik tergambar. Kupejamkan mataku menikmatinya serta tanganku beranjak kebawah mulai menggojlok penisku yang memadat. saya nyaris aja memperoleh orgasmeku ketika kudengar..

�Kenapa abi tidak membiarkan kita aja yang melaksanakan buat abi? �

Kubuka mataku lekas serta kaget ketika memandang Irma serta Intan berdiri di pintu kamarku. Orgasmeku tidak bisa kucegah seperjalanan atas bayang-bayang muka Intan yang belepotan atas cairannya Irma yang berjalan di benakku.

�Ups, kasep! � tutur Irma ketika mereka meninggalkan kamar.

saya langsung bangun serta lekas mandi. saya nyaris beres mandi ketika sontak isteriku membuka pintu kamar mandi serta bersesaran masuk.

�Anak-anak telah pergi. mari bersenang-senang. �

Isteriku bertinggung di depanku serta memuatkan penisku yang lagi bokoh ke mulutnya. Penisku mulai melabu dalam mulutnya karna rangsangan lidahnya yang beranjak buas. Penisku kian melabu serta kurasakan kepala penisku meluncur masuk ke tenggorokannya.

beliau tidak menariknya pergi serta bibirnya kian dipentingkan ke rambut kemaluanku. kemudian kurasakan beliau mulai memakan, aksi tenggorokannya serasa aliran hangat yang berair pada penisku. serta keadaan ini pertama kalinya buat kita pula. Rasanya benar azmat, suatu yang belum sempat kualami. Isteriku memiliki keterampilan yang disembunyikan dariku.

perlahan dikeluarkannya penisku dari tenggorokannya kemudian dimasukkannya lagi seberinda. beliau menatapku atas penisku yang tertanam dalam mulutnya serta atas ayal dikeluarkannya lagi.

�Kamu menyukainya cinta? � tanyanya.

Sebelum saya bisa menjawabnya beliau melaksanakan keadaan itu lagi, menelanku seberinda. beliau mulai menggerakkanya pergi masuk dalam mulutnya, serta konsisten memandangku ketika beliau melaksanakan itu. Isteriku mulai meningkatkan temponya sampai saya tidak bisa menahannya lebih lamban lagi ketika sontak beliau berakhir..

�Hei, hei, menunggu dulu bung. Belum waktunya. Lubangku yang lain harus dimasuki, ingat. � tuturnya.

Isteriku berdiri serta berkeliling. beliau mengendap di depanku, merapatkan pantatnya padaku. Penisku tercapit di bolongan anusnya sehingga kuarahkan pada vaginanya.

�Siapa perintah memalingkan senjatamu? � tanyanya.

�Kembalikan ke lokasi awal! �

beliau meraihnya serta kemudian membalikkan penisku ke anusnya, suatu yang sempat kulakukan sebelumnya, tetapi enggak dengannya. perlahan beliau mendorong pantatnya ke belakang. Kulihat barangku jadi bengkok karna titik berat itu, kepala penisku mulai membelah bolongan anusnya, tetapi belum masuk. setelah itu sontak masuk sedemikian itu aja, cuma kepalanya aja.

beliau memekik. kemudian, beliau lalu menekan ke belakang serta mengacuhkan saya memuatkan batang penisku seberinda. saya tidak bisa menyangkal rangsangan ini, kuraih pinggangnya serta mendorong lebih keras lagi buat membenarkan saya sudah memasukinya selengkapnya.

Kuputar pinggangku, membenarkan beliau bisa merasakan tiap mili senjataku didalamnya, saya gandrung bakal pandangan penisku yang tertanam dalam bolongan anusnya. kemudian perlahan-lahan saya beranjak berkurang.

ketika nyaris seberinda pergi setelah itu kutekan lagi ke depan. selanjutnya saya amat keluarkan penisku serta menggodanya, mengoleskan kepalanya aja pada bolongan anusnya. kemudian amat kusingkirkan menghindar serta melesakkan batang penisku balik kedalam bolongan anusnya. saya beranjak maju berkurang atas lekas. ayal, lekas, ayal serta keras.

tidak amat lamban orgasmeku mulai naik. beliau tentu bisa merasakannya karna beliau mulai memainkan tangannya pada vaginanya, mencoba buat menggapai orgasmenya seorang diri. profit aja beliau memperolehnya sebelum saya.

ketika kurasakan orgasmenya lekas meledak, saya beranjak kian buas. Pantatnya berayun dalam tiap hentakan. beliau mulai memekik atas keras seperjalanan hentakanku terhadapnya. tidak kuhentikan gerakanku ketika orgasme merengkuhnya, milikku lekas hadir! Kudorong diriku sejauh yang kubisa serta membiarkan spermaku bereban dalam bolongan anusnya.

Isteriku berdengking ketika orgasme hadir padanya dengan cara berkelanjutan seperjalanan dentuman spermaku yang kuberikan padanya. akibatnya, saya beres, tetapi beliau memperoleh orgasme sekali lagi ketika kepala penisku pergi dari kuncian bolongan anusnya.

Isteriku mesterilkan tubuhku kemudian mendorongku pergi dari kamar mandi. saya berjalan ke kamar kita serta mengganti busana. anyar aja saya beres mengenakan busana ketika isteriku pergi dari kamar mandi serta tampak dalam kamar.

�Tadi amat indah� tuturnya.

�Mungkin anda mesti mengulanginya lagi belakang. kini keluarlah serta nonton TV. �

Anak-anakku, tanpa Intan berbalik tidak lamban setelah itu. segalanya berkelakuan biasa. saya amati festival bola, serta mereka melaksanakan apa yang lazim mereka kerjakan di hari Minggu petang.

Sisa sepekan itu normal-normal aja. Gadis-gadis pergi ke sekolah serta Isteriku pergi kegiatan serupa kebanyakan. tidak terdapat seorangpun yang cakap ataupun bertanya berhubungan insiden minggu kemudian. Isteriku amat capek Amelp malamnya sepulang beliau kegiatan. Anak-anakku pula berlagak serupa tidak sempat berlangsung apapun. saya jadi mulai berasumsi apakah itu cuma khayalanku ataupun saya berasian berhubungan itu?

ketika saya berbalik kegiatan di hari Jum�at, anak-anaku memohon ijinku apa temannya bisa menginap belakang malam. Intan mau meghabiskan balik akhir minggunya bersama-sama kita serta Rahma mau temannya Ami berkemah pula.

saya senang Ami. beliau ayu. bila aja saya lagi anak muda, saya tentu bakal mengajaknya janji. beliau, serupa Rahma, ada bentuk tubuh sempurna. perbedaannya Ami ada muka yang bisa mendatangkannya atas gampang jadi seseorang bentuk bila beliau ingin.

Malam harinya segalanya pergi tidur lebih dahulu. Mereka amat mau merdeka dari kebiasaan hariannya, bagus itu sekolah ataupun kegiatan. ketika kita bangkit hari Sabtunya, segala orang memintaku buat melangsungkan pesta ladang. sehingga, isteriku maengajak mereka segala pergi ke gerai buat biaya. saya istirahat sejenak setelah itu pergi mandi. terdapat kerjaan menungguku ketika mereka berbalik belakang.

ketika mereka akibatnya berbalik, barangkali mereka memborong segala muatan-muatan di gerai. saya bilang pada mereka bila cuma saya aja yang memasak tentu tidak bakal beres. dapat rancu jadinya. akibatnya mereka mau memberi kewajiban.

atas segala belanjaan yang mereka sekalian, membutuhkan nyaris dua jam buat memasaknya. Badanku bau asap serta kerasa amat capek. ketika saya masuk kedalam rumah, tidak terdapat seorangpun di bilik keluarga atau dapur.

�Hey! Dimana kamu? � teriakku, �Saatnya makan! �

�Ya! � kudengar balasan dari kamar Irma. tetapi tidak terdapat seorangpun yang hadir buat makan.

�Hey, kamu lagi apa sih? Apa enggak terdapat yang ingin makan? � tanyaku jengkel.

�Ada! � balik cuma balasan yang kudengar dari kamar Irma.

saya memepet ke kamar Irma serta nyatanya pintunya sedikit terbuka. ketika saya melawat kedalam, kulihat para perempuan atas bermacam posisi tanpa busana. Kudorong pintunya biar lebih terbuka.

�Apa yang kamu lakukan? �

�Sedang menanti mengharap abi. � Rahma menanggapi serta memepet kemudian menarik tanganku biar masuk.

�Kami membiarkan abi minggu kemarin, tetapi akhir pekan ini abi tidak bakal bisa celus atas gampang. �

�Sudah abi bilang. biyung kamu bakal membunuhku! � tangkisku.

�Tidak, saya tidak bakal menjalankannya! � kudengar suara isteriku ketika kulihat beliau mengangkat kepalanya di antara pukang Irma.

�Gadis-gadis ini menginginkanmu! dapat apa saya menyangkal mereka? �

Rahma menarik tanganku ke lagi kamar. anyar setelah itu saya siuman bila beliau tidak memakai selembar benangpun. Kupandangi badannya. Apa yang kusaksikan ini jauh lebih bagus dari yang kubayangkan. Payudaranya besar tetapi cepat atas putingnya yang menanti mengharap buat lekas dihisap.

�Bisa apa saya menyangkal mereka? � pikirku ketika saya rendahkan tubuhku serta mulai menghisap puting itu.

Kurasakan puting Rahma melabu dalam mulutku, kemudian kutaruh diantara gigiku serta mulai menggigitnya ayal. ketika saya lagi sibuk atas itu kurasakan terdapat tangan yang menarik turun resletingku.

kemudian tangan itu merogoh kedalam celana dalamku serta melontarkan penisku. saya memandang ke bawah serta kudapati Ami lagi memfokuskan penisku ke mulutnya serta lekas aja dihisapnya. Kutelusuri lekuk badan Irma atas tanganku hingga pada vaginanya yang tidak berbulu, serta mencantumkan jariku padanya.

bisa kurasakan afeksi dalam vaginanya serta berair ketika jariki kutekankan masuk atas ayal. saya berusah buat mendorongnya lebih dalam lagi, tetapi kerasa terdapat yang menahan gerakanku. Rahma memandangku..

�Ya, Rahma lagi anak dara, serta jemari abi ialah barang pertama yang menaiki faraj Rahma. Rahma minta burung Papalah yang kedua. � saya mengendap serta mengesun Rahma, bingkai kita seolah meluluh bersama-sama, satu buah kecupan yang sempurna.

Sementara itu, Ami lagi mengoralku. Usahanya nyata berakibat padaku. saya memandang kebawah, kepalanya beranjak maju berkurang pada batang penisku. saya tidak mau melontarkan benih pertamaku dalam mulut Ami sebaliknya terdapat alternatif lainnya. faraj anak dara Rahma dihadapanku. sehingga kukeluarkan penisku dari mulut Ami.

�Kita bisa melanjutkannya belakang. � kataku padanya.

Kudorong Rahma ke lokasi tidur, menindihnya atas halus. Kucium beliau lagi kemudian ciumanku beranjak ke seluruh badan telanjangnya. Kujilati lehernya, serta kutinggalkan bekas disana biar beliau mengenang insiden bagus ini esoknya.

setelah itu saya beranjak ke dadanya, menghisapi putingnya. Ini melahirkan sebagian lenguhan pergi dari mulutnya. ketika kugigit halus putingnya serta punggungnya mencuat sedikit keatas karna kaget. kemudian turun ke perutnya sampai akibatnya bermuara pada vaginanya yang tidak berbulu.

Kupandangi sejenak kemudian kubenamkan hidungku pada celahnya. bebauan yang pergi dari vaginanya kian membuatku mabuk. ketika kugantikan hidungku atas lidah, akhirnya jadi jauh lebih bagus lagi. ketika pucuk lidahku merasakan buat pertama kalinya nyaris aja membuatku orgasme! Rahma sudah berair serta sedia buat kelakuan berikutnya. Penisku melabu serta keras cuma atas menggambarkan apa yang lekas menantiku didepan wajahku ini.

Ciumanku beranjak keatas serta berdiam dalam lumatan bibirnya lagi seperjalanan atas kepala penisku yang menguak anjung keperawanannya.

Rahma melingkakan lengannya dileherku serta memipit pinggangku atas kakinya ketika saya mencoba buat memasukinya lebih dalam lagi. bisa kurasakan afeksi yang menerima kepala penisku. saya tidak bisa menahannya lebih lamban. Rahma amat panas, berair serta muktamar!

ayal akan tetapi tentu kutingkatkan tekananku pada vaginanya. bisa kurasakan bibirnya meluas menyambutku, ke-basahannya mengundangku masuk. afeksi vaginanya melapis kepala penisku ketika saya melatis masuk.

saya lalu menekan kedalam atas ayal walaupun saya mau lekas melesakkannya kedalam atas lekas semua batang penisku. akibatnya bisa kurasakan abar-abar keperawanannya, batasan akibatnya selaku seseorang perempuan buat jadi seseorang perempuan selengkapnya. Kupandangi beliau persisnya di mata.

�Sayang, ini bakal sedikit sakit, tetapi abi akad sakitnya cuma sesaat aja. � kurasakan kakinya memipit pinggangku lebih muktamar ketika saya mencabik defensi akibatnya. akibatnya jebol pula abar-abar itu.

�Aargh! abnormal! Sakit, Pa! � tuturnya atas mata yang berkilauan. Vaginanya mencengkeram batang penisku, ototnya bereaksi pada infiltran serta rasa sakit.

�Tenang cinta, sakitnya bakal lekas luput. � serta kuteruskan menekan ke dalam hingga akibatnya terbenam segala di dalamnya. saya bungkam sejenak, membiarkannya buat menyesuaikan.

�Gimana? Udah baikan? � tanyaku. beliau anggukkan kepalanya.

�Aku cuma merasa kancap, rasanya aneh. tetapi pula kerasa lezat berbarengan. �

saya mulai menarik atas ayal, cuma sebagian inchi, serta setelah itu mendorongnya lagi atas halus. saya cemas menyakitinya, tetapi dalam durasi yang serupa saya tidak mau lekas memicu spermaku. saya mau menikmati rasa vaginanya selagi boleh jadi. Kurasa beliau mulai bisa menikmatinya, kepalanya melengak ke berdasarkan serta matanya terkatup.

Kupercepat kocokanku, menariknya nyaris pergi serta menekannya masuk balik atas ayal, menikmati rasa ketang vaginanya pada penisku. Rahma mulai memutar pinggulnya seperjalanan hentakanku. kala serta keinginan kita kian melambung lekas. Kurendahkan tubuhku serta mengesun lehernya serta bahunya. Amelp aksi badan kita mengantarku kian dekat pada batasan akhir.

�Ya Pa! betul! Rasanya Rahma nyaris hingga! �

�Papa pula cinta! � serta kulesakkan ke dalamnya buat yang terakhir kali. Menekan bertentangan arah dengannya menguji sedalam boleh jadi ketika kuledakkan benih basut untuk basut kedalam vaginanya. bisa kurasakan larutan kita berbaur serta melebur pergi dari vaginanya menuju ke buah zakarku.

badan Rahma bergerak di bawahku, tangan serta kakinya mendorongku mendekat padanya. ayal kutarik serta kudorong lagi kian dalam padanya ketika bekal spermaku akibatnya amat kosong. Kutatap matanya kemudian menciumnya.

�Rahma, ini ialah gender terunggul yang sempat abi peroleh. � saya kurang ingat bila kita tidak seorang diri dikamar ini.

�Aku tangkap (suara) itu! � tutur isteriku.

�Kita bakal amati apa anda dapat mengganti anggapanmu itu! �

atas para gadis-gadis itu dalam kamar ini, saya siuman �kesenanganku� anyar aja bakal dimulai.

author
Author: