cerita ngentot Bersetubuh Dengan Tante Vina

596 views

Cerita Ngentot ABG, Cerita Selingkuh, Cerita Sex Perawan. durasi itu sudah malam, sekitar pukul 9. aku juga Mirna anyar aja anggotaeskan sesi ketiga festival dampingi tipe genus kita yang telah jadi kali kita melakukan. kita ada di rumah Mirna, suami Mirna, Andre, lagi enggak berada di rumah, dia pergi masuk kota lagi. Sementara bini aku ada di rumah, aku sudah melimpah pasang belakangnya bila bersoal macam-macam.

Mas Vito, saya suka kayaknya enggak sempat bosen betul ngewe liku kamu tutur Mirna.

Lha, memangnya kalau sama Andre, bosen ..? Kan sayang suamimu, jawab aku kira-kira gr.

Bukannya gitu. kalau sama abang Andre gayanya itu-itu aja, dan lagi kontolnya abang Andre kan enggak memiliki abang vito, jawab Mirna jujur ​​dengan memecal batang abaimana aku yang balik memadat.

Ndak bisa gitu loh Mir. Andre itu kan suamimu, dia bagus lagi. Tapi, era bodo lah, yang pokok memek sesuka sangat. betul telah ngentot lagi ayo, mana toketmu, sini, saya ingin nenen ..! kala kita ingin mulai sesi bersama, Vina, anak Mirna yang jadi kerap memandang maminya di acak-acak , masuk ke.

Mi, lagi bermain kuda-kudaan betul ..? tanyanya polos

Iya, anyar ingin bermain lagi, kenapa Vin ..? tutur Mirna.

Vina ingin bobo, tapi Vina cemas, temenin Vina betul Mi, pakcik Vito bermain kuda-kudaanya di panti vina saja betul ..! pintanya kancap minta.

Betul itu, akibatnya aku pun Mirna alih arena ke vina vina. dengan lagi berpukas bundar, kita mencoba menina-bobokan vina yang tuturnya enggak ribang mirip papinya, dia aku berpendapat aku abah kandungnya. anyar sekitar 10 menit bernyanyi Vina tertidur dan 3 menit bernyanyi Mirna menghisap batang abaimana aku, telepon di kamar Mirna berdering.

Mas, saya ngangkat telepon dulu betul, kali saja dari abang Andre. tutur Mirna.

Ya, janganlah berangsur-angsur .. jawab aku.

sehabis gua 5 menit, Mirna kembali lagi ke muka bimbang.

Mas, adikku ingin kesini. beliau telah ada di depan komplek. Gimana nih ..? tutur Mirna.

Siapa ..? bernyanyi Rere ..? dia serempak suami enggak ..? pertanyaan aku mencoba enggak belingsatan.

Nggak sih, kan dia lagi belah ranjang serupa. sudah 4 bulan ini jawab Mirna.

Ya sudah, kalau sayang kesini, ndak apa-apa. Bilang aku lagi nemenin kamu. Apa susahnya sih?

enggak lamban setelah itu Rere hadir. beliau perempuan cantik berusia sekitar 25 tahun, atas skala dada di belakang 34B (kerja sama atas kakaknya), kulit putih bersih dan hidung yang lancip. Malam itu dia pakai Tank Top corak biru ditutup atas Cardigan hitam dan celana Capri (kencang, sedengkul) corak putih.

Malam Mbak, Eh .., ada siapa nih ..? tutur Rere

Ini abang vito, tetanggaku. Dia kesini ingin nemuin abang Andre, tapi enggak bertemu. Mirna pakaian.

O bercakap-cakap, kenalin abang, ini adikku, Rere. Re, ini namanya abang Vito.

Rere, tuturnya dengan bersalaman atas aku.

Vito, jawab aku.

Kamu kenapa kesini ..? tutur Mirna, Tumben-tumbenan, mana malem-malem lagi. anda enggak cemas apa? kawasan sini memilukan pemerkosaan loh ..!

bernyanyi Rere dengan berkatanya Cardigan-nya serta mengekspos jamal buah dadanya, yang bisa membikin pria ketang nafas itu, tuturnya, Ngapain cemas, kalau diperkosa seneng. saya telah lama 5 bulan loh Mbak, enggak gituan ..!

Kamu ini kalau ngomong asal-asalan, tutur Mirna dengan melirikku, Kasian abang Vito tuh, lagi tanggung, belakang lagi ngocok disini lagi.

Tanggung ..? Emangnya kamu lagi ngapain ..? astaga, macem-macem nih kayaknya ..! pertanyaan Rere penasaran

bernyanyi Mirna Busana, Kenapa emangnya ..? ingin ikut nimbrung ..? Suntikannya abang Vito besar loh ..! aku dari mulanya cuma bungkam serta mesem adik aku tertutup dua perempuan cantik.

kemudian aku ambil cakap, Kamu ini ngomong apa sih Mir ..? Emangnya kamu sudah sempat banyak burungku apa ..? tutur aku menggoda

Iya nih, Mbak Mirna. memang udah sempat banyak ..? tutur Rere

Wah, janganlah macam-macam lah abang, lebih baik anda lanjutin festival mulanya. anda ingin boncengan enggak Re ..? bawa Mirna dengan balik melepaskan dasternya dan bukan lagi celana pendek aku.

lihat keadaan ini, Rere berkoar ayal, Wah, itu kontol ..? besar sangat, bisa nyobain betul abang ..?

Ya telah, kamu hisap-hisap betul Re ..! tutur aku, Nah, Mir kesinikan memekmu kendati kujilatin ..!

kemudian kita bertiga main atas gembira bahagia. aku bersandar di kursi, sementara Rere cangkung dan sibuk di atas batang abaimana aku. Mirna berdiri tinggal aku dengan berfikir kepala ke gohong vaginanya serta menjilatinya sampai kelojotan.

aku enggak siuman durasi Mirna kira-kira beralih, nyatanya Rere sudah enggak pakai apa-apa lagi, polos, bugil bundar juga mencoba memipit burung aku atas kedua buah dadanya yang nyatanya benar besar dan membikin aksi naik turun.

Ya, lalu Re, nikmat bernyanyi

kala memandang serta mencermati abaimana Rere, aku kira-kira terkejut. tidak cuma dogol, faraj Rere pula lagi kelihatan ketang. Dalam batin aku berasumsi, ini abang beradik memiliki abaimana kenapa betul serupa.

kemudian Rere memantati aku serta memuatkan batang abaimana aku ke dalam vaginanya yang ketang itu atas beroncet-roncet bersilir-silir. Mirna yang pula sedikit terengah-engah memuatkan jemari aku ke dalam gohong abaimana nya yang mulai berair.

Rere amat memandang batang abaimana aku atas bagus. aksi maju mundurnya amat hebat serta sering-kali dikombinasi atas aksi berkeliling. Menyikapi keadaan ini, aku kemudian mengangkat tubuh Rere serta aku balikkan, sampai kita bentrok penglihatan, atas posisi abaimana aku konsisten di dalam vaginanya yang keset-keset berair.

Rere nyatanya amat pakar atas posisi bersandar, beliau lalu naik turun mencoba mengimbangi hujaman-hujaman abaimana aku yang kian lamban kian dalam mendobrak defensi gohong vaginanya.

di ..! tutur aku, sementara Mirna telah bersandar di sisi kiri aku dengan mengulum bingkai aku. Mas Vito, aku ingin masukin ke memek betul ..! pinta rere kancap minta.

sehabis nyaris 10 menit, Rere berbicara, �Mas saya pergi.. ! �

tetapi herannya beliau lagi aja melambai-lambaikan pantatnya. Sementara itu, Mirna terdapat di belakang Rere dengan melekap serta meremas buah dada Rere. 3 menit setelah itu, aplusan aku yang bilang,

�Re, saya ingin pergi nih, di dalam apa di luar.. ? �

�Di luar aja abang, saya ingin minum pejunya, � jawab Rere antusias.

�Re, lekas merdeka.. ! � tutur aku dengan menggojlok batang abaimana aku atas lekas serta mengarahkannya ke mulut Rere yang kini telah cangkung di bawah aku.

nyatanya betul, mulut Rere enggak cuma menadahi benih aku yang melimpah, tetapi pula amat berkumur serta menelannya. memandang keadaan itu, Mirna yang vaginanya enggak aktif, langsung mendekati batang abaimana aku serta mengulumnya lagi.

aku yang telah banjir keringat langsung berbicara pada Mirna, �Mir, yang bersih betul, aku rehat dulu sesaat. � dengan Mirna lalu disibukkan atas profesinya, aku memerintahkan Rere memepet serta langsung mengulum bibirnya yang pipih serta berbau benih.

enggak lamban setelah itu, batang abaimana aku mulai mengejang lagi. memahami perbuatannya sukses, Mirna atas aksi hebat lekas menarik aku ke dek serta memerintahkan aku menelentang celentang. Mirna atas lekas pula langsung mendiami abaimana aku serta menjepitnya atas abaimana nya. atas posisi serupa itu, tangan aku dikasih peluang buat meremas payudara Mirna serta memainkan putingnya yang kira-kira kecoklatan.

sehabis nyaris 10 menit mengerjai batang abaimana aku, aksi Mirna mulai kira-kira melandung. aku ingat, beliau telah orgasme. memandang keadaan ini, aku membalikkan tubuh Mirna, serta kini beliau yang menelentang celentang. Kedua kaki Mirna yang putih itu aku buka lebar-lebar dengan menusuk vaginanya atas aksi yang amat lekas serta rutin. Erangan serta desahan Mirna telah enggak aku acuhkan serupa sekali.

sekeliling 3 menit setelah itu, aku telah enggak bisa menahankannya lagi. atas posisi abaimana lagi di dalam faraj Mirna, aku memancarkan larutan benih aku buat yang kedua kalinya malam ini.

gohong senggama Mirna yang aku cermati sebagian hari ini telah kira-kira meluas, enggak tangguh menadahi larutan benih aku yang lekat serta melimpah. memandang keadaan itu, Rere langsung menjilati faraj kakaknya mencoba memperoleh air benih lagi dengan tangannya menggojlok abaimana aku.

Vina yang telah tidur rupanya tersadar karna bising.

�Mami, saya enggak dapat tidur, itu terdapat siapa.. ? �

�Eh Vina, ini bibi Rere. kenapa anda enggak tidur.. ? � pertanyaan Rere dengan memerintahkan Vina memepet.

�Nggak dapat tidur bibi. biyung mengapa.. ? kenapa kakinya terbuka, biyung sakit lagi betul.. ? � pertanyaan Vina polos.

�Mami enggak sakit. malah biyung justru bugar, kan biyung habis pakcik suntik, belakang sesaat lagi pula bangkit. � nyata aku.

�Kok bibi Rere bugil pula? Habis disuntik pula betul serupa pakcik Vito? �

�Iya, soalnya bibi lagi sakit memeknya jadi disuntik. � tutur Rere dengan mengelus vaginanya seorang diri.

�Memek apa sih Tan.. ? � pertanyaan Vina.

dengan mesterilkan abaimana Mirna, aku berbicara ke Vina, �Ini yang namanya memek Vin. Ini gunanya bikin masukin jarum suntiknya pakcik Vito. �

�Vina pula memiliki pakcik. � tutur Vina dengan menyingkapkan gaun tidurnya.

�Iya, tetapi memiliki Vina belom bisa disuntik. belakang kalau telah besar, bisa lah.. ! � tutur Rere dengan mesem.

selagi sepekan Rere menginap di rumah Mirna, kita bertiga nyaris setiap malam melangsungkan kegiatan begituan bersama-sama. Vina yang senantiasa memandang kelakuan kita senantiasa mesem bila aku memancarkan benih ke mulut biyung serta tantenya.

�Ha.. , ha., ha.. , biyung serupa bibi Rere. � tuturnya lucu.

sempat sekali durasi, kala bini aku lagi pergi, Rere bermain ke rumah serta meminta disenggamai di bolongan birit. karna menarik, aku lakukan aja serta nyatanya itu lezat sekali, serupa menjebol abaimana anak dara.

Sekali durasi, sempat pula salah seseorang kawan kantor aku bermain ke rumah kala dua abang beradik itu bertepatan lagi terdapat di rumah aku. karna terpikat atas Mirna, kawan aku itu membujuk Mirna bermain di berdasarkan meja makan aku.

aku serta Rere cuma bungkam serta mesem memandang kawan aku melabrak abaimana Mirna hingga Mirna mendapati multi orgasme. END

Recent search terms:

  • rere mirna cerita seks
author
Author: