Cerita Dewasa Deris Lesbianku

389 views

Cerita Sedarah, Cerita Daun Muda, Cerita Setengah Baya, selingkuh, kali ini melukiskan pengetahuan sexs pribadi dari mahasiswi yang memiliki kepribadin sex lesbi antara bunda kos, serta kawan kosnya. Langsung saja ayo baca serta perhatikan bagus bagus cerita dewasa ini. Sebelum mengawali ceritaku perkenalkan saya ialah seseorang mahasiswi disebuah universitas swasta di kota � B �, ucap aja namaku Sevi. dahulu akar saya mendapati hubuunganku atas seseorang perempuan yang mengganti arah seksualku jadi seseorang hemafrodit. saya melaksanakan afair sesama tipe kala usiaku 21 tahun atas seseorang perempuan berumur 45 tahun, tidak tahu kenapa segalanya berlangsung sedemikian itu aja berlangsung boleh jadi terdapat desakan libidoku yang turut menunjang segala itu serta segala ini sudah kuceritakan dalam lokasi ini.


dahulu akar saya melaksanakan ikatan sexs sesama tipe yitu atas bunda kosku, beliau berjulukan bibi Asih, suaminya seseorang penjual yang kerap pergi kota. serta dampak dari pengetahuan bercinta dengannya saya memperoleh jasa eksklusif dari bunda Kosku. tapi saya tidak mau jadi lesbian asli, alhasil saya kerap menyangkal apabila dibawa bercinta dengannya, meskipun bibi Asih kerap merayuku tapi saya bisa menolaknya atas aturan yang lembut, atas latar belakang terdapat informasi yang mesti kukumpulkan akan datang, ataupun terdapat test akan datang hari alhasil saya mesti kontemplasi berlatih, awal saya terdapat keinginan buat alih kos tapi bibi Maria berharap biar saya enggak alih kos atas kondisi saya enggak diusik lagi olehnya, serta beliau juga setujuan. alhasil meskipun saya sempat bercinta dengannya serupa seseorang suami bini tapi saya tidak mau jatuh cinta kepadanya, terkadang saya belas kepadanya apabila beliau amat memerlukanku tapi saya mesti seakan enggak memperdulikannya. terkadang saya bingung pula atas sikapnya kala suaminya berbalik kerumah mereka seolah enggak harmonis, alhasil mereka terletak pada kamar yang terpisah.

Pada sesuatu hari kala saya berbalik malam hari sehabis melihat film atas kawan priaku, durasi itu jam telah membuktikan pukul sebelah sebelas malam, karna saya memiliki kunci seorang diri sehingga saya membuka pintu depan, keadaan amat antap lampu depan telah mati, kulihat lampu menyala dari kembali pintu kamar kos pramugari itu,

� Rupanya beliau telah hadir, � gumamku, saya langsung menuju kamarku yang letaknya berdampingan atas kamar pramugari itu. saya bersihkan wajahku serta mengganti busana atas blus piyamaku, kemudian saya menuju ke kasur, sontak dapat didengar rintihan-rintihan yang aneh dari kamar sisi. saya jadi penasaran karna suara itu luang membuatku cemas, kucoba memberangsangkan diri buat mengintip kamar sisi karna bertepatan terdapat antara udara antara kamarku atas kamar pramugari itu, meskipun ditutup triplek saya menguji buat melobanginya, kuambil meja biar saya bisa menjangkau bolongan udara yang tertutup triplek itu.

setelah itu perlahan kutusukan kacip tajam biar triplek itu berlobang, alangkah terkejutnya saya kala kulihat pandangan di kamar sebelahku. saya memandang bibi Asih mengepres seseorang perempuan yang terlihat lebih tinggi, berkulit putih, serta berbulu jauh, mereka empat mata dalam kondisi berpukas, lampu kamarnya enggak dipadamkan alhasil saya bisa memandang nyata bibi Asih lagi berkecupan bingkai atas perempuan itu yang boleh jadi pramugari itu. kala bibi Asih menciumi lehernya, saya bisa memandang muka pramugari itu, serta beliau amat cantik wajahnya bersih serta memiliki identitas eksklusif seseorang dinasti rumpun ningrat. nyatanya pramugari itu pula terhantam rayuan bibi Asih, beliau benar amat ahli membikin perempuan angkat tangan kepadanya, atas amat hati-hati bibi Asih menjilati gala serta turun lalu ke bawah. bingkai pramugari itu menganga serta melontarkan desahan-desahan birahi yang eksklusif, wajahnya memerah serta matanya tertutup kuyu menikmati kebengisan bibi Asih menikmati badannya itu. Tanganya mulai menentukan puting payudara pramugari itu, sementara bibirnya mengerkah minim puting payudara sebelahnya. sontak Jantungku berdebar amat cepat sekali menikmati segmen itu, belum sempat saya memandang segmen lesbianisme dengan cara langsung, meskipun saya sempat merasakannya. serta ini membikin libidiku naik tinggi sekali, saya tidak kuat berdiri lamban, kakiku gemetaran, kemudian saya turun dari meja lokasi saya berdiri, walaupun saya lagi mau menyaksikan segmen mereka empat mata.

Jantungkupun berdampung enggak pasti. tidak tahu kenapa saya pula mau mendapati serupa yang mereka lakukan. kemudian jariku kuarahkan keliang vaginaku, serta kuraba klitorisku, seperjalanan erangan-erangan dari kamar sisi saya beronani seorang diri. Tangan kananku menjentik-jentikan klitorisku serta tangan kiriku memilin-milin payudaraku seorang diri, kubayangkan bibi Maria mencumbuiku serta saya menggambarkan pula muka cantik pramugari itu menciumiku, serta tidak kerasa larutan mandi tanganku, meskipun saya belum orgasme tetapi sontak segala gelap serta kala kubuka mataku, baskara pagi telah berbinar amat bayan.

setelah itu akupun mandi mesterilkan diriku, karna mulanya malam saya enggak luang mesterilkan diriku. saya pergi kamar serta kulihat mereka empat mata lagi berbual di kursi. kala saya hadir mereka empat mata bungkam seakan terkejut atas kehadiranku. bibi Asih memberitahukan pramugari itu kepadaku,

� Sevi sini! !! Kenalin ini pramugari yang tinggal disebelah kamarmu. �

Kusodorknlh tanganku kepadanya buat berjabat tangan.
� Hey, cantik namaku kenalin namaku Deris, saya telah ingat namamu dari bunda Kos, hendaknya anda bisa jadi kawan yang bagus betul. � ucapnya padaku.

Kulihat binar matanya amat agresif kepadaku, wajahnya benar amat cantik, membuatku heran sekalian cemburu kepadanya, beliau benar sempurna. saya menanggapi atas bersemangat pula,

� Hey pula kak, anda pula cantik sekali, anyar berbalik mulanya malam betul. � Jawabku.

Diapun menganggut kepala aja, saya tidak ingat apa lagi yang diceritakan bibi Anis kepadanya berhubungan diriku, tetapi saya tidak acuh kita beranjak ke meja makan. Di meja makan telah ada segala makanan yang disajikan oleh bibi Anis, kita bertiga makan bersama-sama. Kurasakan beliau kerap melirikku meskipun saya pula sesekali meliriknya, tidak tahu kenapa dadaku bergerak kala tatapanku bentrok atas tatapannya.
sontak bibi Anis menghancurkan keheningan,

� Hari ini bibi mesti menjenguk saudara bibi yang sakit, bila terdapat telepon buat bibi ataupun dari suami bibi, bantu tuturkan bibi ke rumah bibi Rosa betul. � catatan bibi anis pada kita.

kita empat mata menganggut ciri mengerti, serta antara sebagian menit setelah itu bibi Anis pergi menuju rumah saudaranya. serta tinggallah saya serta Vera si pramugari itu, buat mengawali dialog saya mengajukan pertanyaan kepadanya,

� Kak Deris udah lamban betul kos di lokasi bibi Anis. � Tanyaku pada Kak Deris.

� Belum amat lamban pula kog sev, anyar satu tahun, tetapi saya kerap berjalan, asalku seorang diri dari kota �Y�, saya kos disini cuma buat istirahat apabila industri mewajibkan saya buat menanti mengharap shift disini. � Jawb kak Deris padaku.

saya mencermati gaya bicaranya yang kecil halus menunjukan identitas eksklusif daerahnya, badannya tinggi ampai. Dari dialog kita, kutahu beliau anyar dewasa 25 tahun. sontak beliau bertanya hubunganku atas bibi Anis. saya luang terkejut tapi kucoba meredakan diriku kalau bibi Anis amat bagus kepadaku. tapi rasa kagetku enggak berakhir disitu aja, karna Pramugari itu membenarkan hubungannya atas bibi Anis telah adalah ikatan afair. saya akal-akalan terkejut,

� Hahhh.. . gimana boleh jadi abang bercinta dengannya, apakah abang seseorang lesbian, � ktaku atas berbohong polos.

� Hufttttttttttt.. .. entahlah Sev, selagi ini saya tidak sempat sukses melaksanakan ikatan atas sebagian laki-laki, saya kerap dikhianati laki-laki, saya mencoba tangguh, serta kala kos disini saya bisa merasakan kenyamanan atas bibi Anis, meskipun bibi Anis enggak yang pertama bagiku, karna saya pertama kali bercinta atas perempuan ialah atas seniorku. � Jawabny padaku.

kjKini saya anyar mengerti rahasianya, tapi kenapa beliau ingin melubangi rahasianya kepadaku saya lagi belum mengerti, alhasil saya menguji bersoal kepadanya,

� Kog kak Deris melubangi rahasia abang kepadaku. � Tanyaku padanya.

� saya membocorkn rahasiku kepadamu, karna saya mempercayaimu, saya mau anda lebih dari seseorang ikhwan denganku. � Ujarny padaku.

saya sedikit terkejut meskipun saya ingat aba-aba itu, saya ingat beliau mau tidur denganku, tapi atas Vera amat berlainan karna saya pula mau tidur dengannya. saya terakuk serta berasumsi buat menjawabnya, tapi sontak tangan kanannya telah mengenai daguku. beliau mesem amat manis sekali, saya membalas senyumannya. kemudian bibirnya memepet ke bibirku serta saya menanti mengharap ketika bibirnya menyentuhku, sedemikian itu bibirnya mengenai bibirku saya rasakan hangat serta berair, saya membalasnya. Lidahnya membersihkan bibirku yang sedkit kering, sementara bibirku pula merasakan hangatnya bibirnya. Lidahnya menaiki gerong mulutku serta kita serupa saling makan satu serupa lain. Sementara saya fokus pada cagutan bibirku, kurasakan tangannya membuka paksabaju kaosku, terlebih beliau mencabik blus kaosku. walaupun kaget tetapi kubiarkan beliau melaksanakan segalanya, serta saya membalasnya kubuka blus dasternya. kecupan bingkai kita bencat sesaat karna dasternya yang kubuka mesti dibuka melampaui wajahnya.

Kulihat Bra hitam yang menahan payudaranya yang agak besar, nyaris seukuran denganku tapi payudaranya lebih besar. kala beliau melenggakkan kepalanya tanpa menanti mengharap, saya mencucup gala jenjangnya yang sexy, sementara tanggannya melepaskan bra-ku seraya memijit-mijit payudaraku. saya amat bersemangat ketika itu saya mau pula merasakan kedua puting payudaranya. Kulucuti Bra hitamnya serta menyembul putingnya merah belia kelihatan mengejang, atas lekas kukulum putingnya yang enak itu. Kudengar beliau melenguh cepat serupa seekor jawi, tetapi lenguhan itu amat bagus kudengar. Kunikmati lekuk-lekuk badannya, anyar kurasakan ketika ini serupa seseorang laki-laki, serta saya mulai tidak bisa menahan diriku kemudian kurebahkan Kak Deris di kursi itu. Kujilati segala komponen badannya, kulepas celana dalamnya serta lidahku mulai memainkan perannya serupa yang diajarkan bibi Anis kepadaku. tidak tahu karna nafsuku yang menggebu alhasil saya enggak benci buat menjilati segala komponen analnya. Sementara badannya mengejang serta Deris menarik rambutku, beliau serupa menahan daya dasyat yang melingkupinya.

kala saya lagi enak Menjelajahi badan Kak Deris, sontak pintu depan berderit terbuka. impulsif kita empat mata memalingkan amatan ke kamar pengunjung, sontak bibi Anispun telah berdiri di depan pintu. saya kira-kira terkejut tapi matanya terbelalak memandang kita empat mata berbugil. Dijatuhkannya benda bawaannya serta tanpa adat beliau membuka segala blus yang dikenakannya, kemudian merapati Deris yang celentang disofa. Diciuminya bibirnya, kemudian dijilatinya gala Deris dengan cara membabi bolor, serta tanggannya yang satu menguji meraihku. saya ingat arti bibi Anis, kudekatkan wajahku kepadanya, sontak wajahnya beranjak ke wajahku serta bibirnya menciumi bibirku. saya membalasnya, serta Kak Deris menguji berdiri kurasakan payudaraku dikulum oleh lidah Kak Deris. saya amat merasakan kehebohan yang luar lazim kita bercinta bertiga. profit durasi itu hujan mulai hadir alhasil kawasan mulai beralih jadi dingin, serta kondisi mulai redup. Kak Derispun saat ini melajukan nafsunya menjarah serta menikmati tubuhku, sementara saya berkecupan atas bibi Anis. Kak Deris mulai menghisap klitorisku, saya tidak ingat perasaan apa pada ketika itu. sehabis mulut bibi Anis meluncur ke leherku saya berdengking keras seolah tidak acuh terdapat yang mengikuti suaraku. saya amat tergetar dengan cara jiwa serta badan oleh kenikmatan kehebohan ketika itu.

Tibalah giliranku yang dibaringkan di kursi, serta Kak Deris lagi mengoral klitorisku, sementara bibi Anis memutar-mutarkan lidahnya di payudaraku. Akupun menjilati payudara bibi Anis yang sedikit kusut di makan baya, kurasakan lidah-lidah mereka mulai menuruni tubuhku. Lidah Kak Deris menjelejah pahaku serta lidah bibi Anis mulai bertualang komponen sensitifku. Dibukalah Pahaku luas oleh Kak Deris, sementara bibi Anis mengulangi apa yang sudah dijalani Kak Deris mulanya, serta saat ini Kak Deris berdiri serta kulihat beliau menikmati badan bibi Anis. Dijilatinya punggung bibi Anis yang menindihku atas posisi 69, serta Kak Deris melalui badan bibi Maria. tapi setelah itu beliau menatapku serta dalam kondisi sebelah terayun oleh kenikmatan lidah bibi Anis. Kak Deris menciumi bibirku serta saya membalasnya pula, sampai tidak kerasa kita berguguran dilantai yang dingin. saya amat capek sekali dikeroyok oleh mereka empat mata, alhasil saya mulai adem ayem. tapi mereka lagi amat agresif sekali, serupa enggak kehilangan akal Kak Deris mengangkatku serta mendudukan tubuhku di kedua pahanya, saya cuma berserah. Sementara dari belakang bibi Anis menciumi leherku yang berkeringat, serta Kak Deris dalam posisi beradu kening denganku, beliau menikmatiku, menjilati leherku, serta mengulum payudaraku. Sementara tangan mereka empat mata menggerayangi semua tubuhku, sebaliknya tanganku kulingkarkan kebelakang buat menjangkau rambut bibi Anis yang menciumi tengkuk serta semua punggungku.

tidak tahu berapa melimpah erangan serta erangan yang pergi dari mulutku, tapi seolah mereka kian angkara memajuh diriku. akibatnya saya berserah bertekuk lutut saya tidak tangguh lagi menahan segalanya saya jatuh tertidur, tapi sebelum saya jatuh tertidur kudengar lembut mereka lagi saling menaburkan gairahnya. ketika saya tersadar ialah kala kudengar berdengkung alarm jam bersuara dua kali, nyatanya telah jam dua malam hari. lagi kurasakan dinginnya dek serta hangatnya kedua badan perempuan yang tertidur disampingku. saya menguji buat bersandar, kulihat sekelilingku amat gelap karna enggak terdapat yang memasang lampu, serta kucoba berdiri buat memasang segala lampu. Kulihat blus berserakan dimana-mana, serta badan bugil dua perempuan lagi terayun lesu serta tidak berakal. Kuambilkan gebar buat mereka empat mata serta saya seorang diri meneruskan tidurku di dek bersama-sama mereka. Kulihat muka cantik Kak Deris, serta muka ayu bibi Anis, serta saya dekap mereka empat mata sampai binar baskara hadir bersesaran di kamar itu.

Datanglah Pagi hari serta saya mesti balik pergi kuliah, tapi kala mandi seorang memalu pintu kamar mandi serta kala kubuka nyatanya Kak Deris serta bibi Anis. Mereka masuk serta di dalam kamar mandi kita melaksanakan lagi pesta gender versi lesbi. saat ini Kak Deris yang dijadikan sentral eksplotasi, serupa kebanyakan bibi Anis menggarap dari belakang serta saya menggarap Kak Deris dari depan. segala dijalani dalam posisi berdiri. badan Vera yang tinggi ampai membikin saya tidak berangsur-angsur buat berkecupan dengannya saya lebih mementingkan buat memajuh buah dadanya yang besar itu. Sementara tangan bibi Anis mengelus-elus kawasan sensitif Kak Deris. serta tanganku menikmati lekuk badan Kak Deris yang benar amat elok. afair kita dikamar mandi dilanjutkan di ranjang suami bibi Anis yang benar berdimensi besar, alhasil kita bertiga lepas buat bergerak, serta melaksanakan segala kebahagiaan yang mau kita membujuk-bujuk. sampai pada hari itu saya amat membolos masuk kuliah.
Hari untuk haripun berlalu serta kita bertiga melaksanakan dengan cara bertukar-tukar. kala Kak Deris belum bekerja saya lebih melimpah bercinta atas Kak Deris, tapi sehabis sepekan Kak Deris balik bekerja terdapat kebimbangan kelenyapan bakal beliau. boleh jadi saya telah jatuh cinta atas nya, serta beliau juga merasa sedemikian itu. Malam sebelum Kak Deris bekerja saya serta beliau carter kamar hostel berbintang serta kita melajukan perasaan kita serta amat tanpa keinginan. saya serta beliau sudah jadi pacar sesama tipe. Malam itu serupa malam pertama bagiku serta buat Kak Deris, tanpa terdapat gangguan dari bibi Maria. kita bercinta serupa cakak harimau yang lapar bakal kasih cinta, serta sehabis malam itu beliau bekerja di industri kongsi penerbangannya ke bangkok.
saya tidk ingat kenapa kepergiannya ke bandara luang membuatku menitikan air mata, serta boleh jadi saya sudah jadi lesbian. karna Kak Deris membikin hatiku dicukupi kerinduan bakal dirinya, serta saya lagi menanti mengharap Kak Deris di kos bibi Anis. meskipun saya senantiasa menyangkal buat bercinta atas bibi Anis, tapi ketika pelunasan kos, bibi Anis tidak ingin dibayar atas uang tapi atas afeksi tubuhku di ranjang. alhasil tiap satu bulan sekali saya melayaninya atas suka batin meskipun saat ini saya mulai melihat perempuan lainnya, serta buat pengalamanku berikutnya kuceritakan dalam peluang yang lain.

author
Author: