Cerita Ngentot pengalaman pertama

1144 views

Cerita Ngentot ABG, Cerita Selingkuh, Cerita Sex Perawan.  berhubungan pengetahuan pertama

nama aku Dinda. berdasarkan orang, muka aku cantik sekali. Mataku yang
kuyu kerap membikin laki-laki kecanduan padaku. aku seorang diri enggak GR tetapi
aku merasa laki-laki melimpah yang mau bersetubuh atas aku. aku suka
aja karna pada dasarnya aku pula suka ML.

aku dibesarkan di keluarga yang berpegang teguh berakidah. Dari SD sampai SMP
aku disekolahkan di satu buah sekolah berlatar belakang agama. sesungguhnya
dari kategori 6 SD, antusiasme erotis aku tinggi sekali tapi aku senantiasa
sukses menekannya atas membaca buku. beres SMP tahun 1989, aku
meneruskan ke SMA negeri di area bulungan, Jakarta Selatan.

Di
hari pertama masuk SMA, aku telah langsung dekat atas teman-teman
anyar berjulukan Vera, Angki serta kalar. Mereka cantik, banyak serta cerdas. Dari
mereka bertiga, lalu bayan yang berbadan setidaknya bagus ialah sang Vera.
badan aku condong lazim aja tapi berhasil dada besar karna dulu
aku gendut, tapi berkah diet kencang serta olah badan edan-edanan, aku
sukses meletakkan berat tubuh tapi payudaraku konsisten aja besar.

Di
sesuatu hari Sabtu, sepulang sekolah kita menginap ke rumah Vera di
barung-barung bagus. Rumah Vera besar sekali serta memiliki kolam renang. Di rumah
Vera, kita ngerumpi semua jenis keadaan dengan bermalasan di kursi. Di
petang hari, kita berempat ganti blus buat berenang. Di kamar Vera,
atas cueknya Vera, Angki serta kalar bugil didepanku buat ganti blus.
aku mulanya kira-kira risih tapi aku ikut-ikutan acuh tak acuh. aku melihat
badan ketiga kawan aku yang ramping. Ku melirik selangkangan mereka serta
bulu abaimana mereka tercukur apik terlebih Vera melatas habis bulu
kemaluannya. sontak sang kalar berdengking ke arah aku..

Gile, jembut Dinda rimbun sangat

kas Vera serta Angki melawat kearah aku. aku jadi sedikit malu.

Dicukur dong Dinda, tidak malu tuh serupa celana dalam? tutur Angki.

saya belum sempat bertebeng jembut jawabku.

Ini terdapat kacip serta shaver, bertebeng saja bila ingin tutur Vera.

aku
menadah kacip serta shaver kemudian melatas jembutku di kamar mandi Vera.
Angki serta kalar enggak menanti mengharap lebih lamban, mereka langsung melabuhkan
diri ke kolam renang sebaliknya Vera mengawal aku. sehabis menguji
memandakkan jembut, Vera masuk ke kamar mandi serta memandang perolehan aku.

minim pendek, Dinda. Abisin saja tutur Vera.

enggak berani, cemas baret jawabku.

Sini saya membantu tutur Vera.

Vera
kemudian bertinggung di hadapanku. aku seorang diri posisinya bersandar di bangku
jamban. Vera membuka luas kaki aku kemudian mengoleskan shaving cream ke
sekeliling faraj. terdapat kehebohan fibrasi melingkupi tubuhku ketika jemari Vera
mengenai vaginaku. atas lekas Vera membersihkan shaver ke jembutku serta
membabati segala rambut-rambut didaerah kelaminku. tidak kerasa dalam
durasi 5 menit, Vera sudah beres atas buatannya. beliau mengambil tuala
minim kemudian dibasahi atas air setelah itu beliau mesterilkan sisa-sisa
shaving cream dari selangkanganku.

baik kan? tutur Vera.

aku
melawat ke bawah serta memandang vaginaku yang dogol serupa anak. OK pula
kerjaannya. Vera kemudian cangkung balik di selangkanganku serta
mesterilkan sedikit selangkanganku.

Dinda, anda lagi anak dara betul? tutur Vera.

bercakap-cakap, kenapa tahu?

faraj anda muktamar sangat tutur Vera.

sesekali
jemari Vera membuka bingkai faraj aku. Nafasku mulai berburu menahan
fibrasi dalam tubuhku. terdapat apa ini? pertanyaan aku dalam batin. Vera melihat
ke arahku kemudian jarinya balik memainkan vaginaku.

Ooh, Vera, jijik ah

Vera
menyeringai bandel tetapi jarinya lagi mengelus-elus vaginaku. aku
amat jadi abnormal rasanya menahan perasaan ini. tidak kerasa aku
menarik rambut Vera serta Vera jadi kian agresif memainkan jarinya
di vaginaku. serta kini beliau perlahan-lahan mulai berjolak faraj aku.

mem*k anda harum

janganlah Vera pinta aku tapi dalam batin mau lalu dijilat.

Vera
berjolak faraj aku. bingkai faraj aku dibuka serta lidahnya membersihkan
semua faraj aku. Klitorisku dihisap atas keras alhasil nafas aku
tersentak-sentak. aku mengatupkan mata menikmati lidah Vera di
vaginaku. tidak berapa lamban aku merasakan lidah Vera mulai naik kearah
perut kemudian ke dada. Hatiku berdebar-debar menantikan aksi Vera
selanjutnya. atas halus tangan Vera membuka BH-ku kemudian tangan kanannya
mulai meremas payudara kiriku sebaliknya payudara kananku dikulum oleh
Vera. Inikah yang namanya gender? Tanyaku dalam batin. 18 tahun aku
menguji menggambarkan kenikmatan gender serta aku serupa sekali tidak
menggambarkan kalau pengetahuan pertamaku bakal atas seseorang wanita.
tapi nikmatnya luar lazim. Vera mengulum puting payudaraku sementara
tangan kanannya telah balik turun ke selangkanganku serta memainkan
klitorisku. aku menggeliat-geliat menikmati sensualitas dalam diriku.
sontak dari luar sang kalar memanggil..

Woi, lamban amat di dalam. ingin berenang tidak?

Vera
mesem kemudian berdiri. aku tersipu malu setelah itu aku bergegas
mengenakan blus berenang serta kita empat mata menyusul kedua kawan yang telah
berenang. Di malam hari beres makan malam, anda berempat nonton TV
dikamar Vera. Oiya, orang berumur Vera lagi pergi negeri sebaliknya abang
Vera lagi pergi kota karenanya rumah Vera kosong. sehabis jemu
melihat TV, kita membicarakan banyak orang di sekolah. dialog kita
ngalor-ngidul sampai Vera membikin poin anyar atas siapa anda ingin
bersetubuh di sekolah. Angki serta kalar telah enggak anak dara dari SMP.
Mereka empat mata melukiskan pengetahuan gender mereka serta Vera pula
melukiskan pengetahuan seksnya, aku cuma memperhatikan kisah-kisah
mereka.

bila saya, saya horny alot sang Ari anak kategori I-6 tutur kalar.

bercakap-cakap serupa dong, tapi saya alot horny alot sang Marcel. Kayaknya kont*lnya besar lah tutur Angky.

lalu
bayan betul, saya dari dulu horny sangat alot sang Alex. kerap sangat saya
bayangin kont*l beliau muat tidak di faraj saya. Sorry betul Vera, saya kan
tahu Alex pria anda tutur aku dengan mesem.

Hahaha, enggak
apa-apa lagi. melimpah kenapa yang horny alot beliau. sang Angky serta kalar pula
horny tutur Vera. kita berempat kemudian mesem bersama-sama.

Di hari Senin sehabis berbalik sekolah, Vera menarik tangan aku.

Eh Dinda, beneran nih anda kerap mikirin Alex?

bercakap-cakap sih, mengapa? enggak apa-apa kan saya ngomong gitu? pertanyaan aku.

enggak apa-apa kenapa. saya orangnya nyantai saja tutur Vera.

sempat kepikiran tidak ingin ML? Vera balik bersoal.

Hah? atas siapa? pertanyaan aku tercengang.

atas Alex. Semalam saya cerita ke Alex serta Alex ingin saja ML atas anda

Ah abnormal loe Vera jawab aku.

ingin tidak? memaksa Vera.

lalu anda seorang diri gimana? pertanyaan aku atas bingung.

aku sih acuh tak acuh saja. kalau dapat buat kawan suka, mengapa tidak? tutur Vera.

betul bisa saja lah tutur aku atas dag-dig-dug.

ingin kini di rumahku? tutur Vera.

bisa

aku
naik mobil Vera serta kita empat mata langsung meluncur ke barung-barung bagus.
Setiba di situ, aku mandi di kamar mandi karna panas sekali. dengan
mandi, perasaan aku antara bengkak, suka, merinding. segala berbaur
campur. beres mandi, aku pergi kamar mandi memakai BH serta celana
dalam. aku pikir enggak terdapat orang di kamar. aku bersandar di meja hias
dengan menelusuri rambutku yang jauh. sontak aku terkejut karna Vera
serta Alex tampak dari anjungan kamar Vera. Rupanya mereka empat mata lagi
menanti mengharap aku dengan rumpi di anjungan.

Halo Dinda tutur Alex dengan mesem.

aku
membalas mesem kemudian berdiri. Alex mengacuhkan tubuhku yang cuma
ditutupi BH serta celana dalam. badan Alex seorang diri tinggi serta bedegap. Alex
lagi gabungan Belanda Menado alhasil kelihatan amat ganteng.

Hayo, langsung saja. janganlah canggung tutur Vera ibarat aiku.

Alex
kemudian menghampiriku setelah itu beliau mengesun bibirku. Inilah pertama kali
aku dicium di bingkai. Perasaan hangat serta fibrasi melingkupi semua
tubuhku. aku membalas kecupan Alex serta anda berkecupan saling
berangkulan. aku melihat ke Vera serta aku memandang Vera lagi menukar
blus seragamnya ke daster. Alex mulai memijit-mijit payudaraku yang
berdimensi 34C. aku membuka BH-ku alhasil Alex atas gampang bisa
meremas semua payudara. Tangan kirinya diselipkan kedalam celana
dalamku kemudian vaginaku yang enggak ditutupi sehelai rambut mulai beliau belai
atas perlahan-lahan. aku menggelinjang merasakan jemari jari Alex di
selangkanganku. Alex kemudian mengangkat tubuhku serta dibaringkan ke lokasi
tidur. Alex membuka blus berkembar SMA-nya hingga beliau bugil bundar di
hadapanku. Mulut aku terbuka luas memandang kont*l Alex yang besar.
selagi ini aku menggambarkan kont*l Alex serta kini aku memandang
atas mata kapala seorang diri kont*l Alex yang berdiri berdiri di depan
mukaku. Alex mengajukan kont*lnya ke wajah aku. aku langsung
menyambutnya serta mulai mengulum kont*lnya. Rasanya enggak boleh jadi muat
semua kont*lnya dalam mulutku tapi aku menguji sebisaku menghisap
semua batang kont*l itu.

aku merasakan tangan Alex
balik memainkan vaginaku. antusiasme aku mulai melambung serta hisapanku
kian cepat. aku melihat Alex serta kulihat beliau mengatupkan matanya
menikmati kont*lnya dihisap. aku melihat ke Vera serta Vera nyatanya
enggak memakai blus serupa sekali serta beliau telah bersandar di lokasi tidur.
Alex kemudian membalikkan tubuhku alhasil aku dalam posisi menjengking.

aku
kira-kira bimbang karna memandang Vera bersimpuh dibelakang aku. Ah nyatanya
Vera balik berjolak faraj aku. Nafas aku berburu atas keras
menikmati gejolak Vera di abaimana aku. Di sisi kanan aku terdapat
satu buah kaca besar dipaku ke abar-abar. aku melihat ke arah kaca itu serta
aku memandang sang Alex yang lagi menyetubuhi Vera dalam posisi doggy
style sebaliknya Vera seorang diri dalam kondisi disetubuhi lagi menikmati
vaginaku.

astaga ini pertama kali aku memandang ini. aku
memandang muka Alex yang bagus lagi sibuk ngent*t atas Vera. antusiasme
muka Alex membikin aku kian horny. sesekali lidah Vera berjolak
anus aku serta kepalanya terbentur-bentur ke birit aku karna titik berat
dari badan Alex ke badan Vera. enggak berapa lamban, Alex berkoar atas
keras sebaliknya Vera badannya menegang. aku memandang kont*l Alex
dikeluarkan dari faraj Vera. Air maninya curah ke sisi lokasi
tidur.

Alex kelihatan terengah-engah tapi matanya
langsung terarah ke faraj aku. ibarat jawi yang bakal dipotong, Alex
atas mata buas mendorong Vera ke sisi kemudian beliau merapati diriku.
Alex memfokuskan kont*lnya yang lagi berdiri ke vaginaku. aku telah
kerap mengikuti pertama kali gender bakal sakit serta aku mulai
merasakannya. aku mengatupkan mata atas akrab merasakan kont*l Alex
masuk ke vaginaku. aku berkoar menahan melilit ketika kont*l Alex yang
besar menguji menaiki vaginaku yang lagi ketang. Vera meremas lenganku
buat menolong menahan sakit.

Aduh, menunggu dong, sakit nih erang aku.

Alex
melontarkan sesaat kont*lnya setelah itu balik beliau masukkan ke
vaginaku. Kali ini rasa sakitnya beroncet-roncet bersilir-silir lenyap serta mulai
mengganti terasa nikmat. Oh ini yang namanya kenikmatan firdausi pikir
aku dalam batin. kont*l Alex kerasa serupa memadati semua vaginaku.
Dalam posisi nungging, aku merasakan daya Alex yang amat besar.
aku menguji mengimbangi aksi badan Alex dengan memobilisasi tubuhku
maju berkurang tapi Alex memukul pantatku.

anda bungkam saja, tidak mesti beranjak tuturnya atas galak.

janganlah galak-galak dong, cemas nih Dinda tutur Vera dengan mesem. aku turut mesem.

Vera
berbaring di sebelahku setelah itu beliau melekapkan wajahnya ke diriku kemudian
beliau mengesun bibirku! astaga, berkali-kali perasaan melanda diriku. aku
amat merasakan segala perasaan gender atas laki-laki serta perempuan dalam
satu hari. mulanya aku membiarkan Vera berjolak bibirku tapi lamban
kelamaan aku mulai membuka mulutku serta lidah kita saling bentrok.

aku
merasakan tangan Alex yang agam memijit-mijit payudaraku sebaliknya
tangan Vera membarut-barut rambutku. aku tidak mau tertinggal, aku mulai
turut meremas payudara Vera yang aku anggaran berdimensi 32C. minim lebih
lima menit anda bertiga saling memasok kenikmatan kebendaan hingga Alex
mendekati klimaks serta beliau pemancaran. aku seorang diri merasa rasanya telah
orgasme minim lebih 4 kali. Alex melontarkan kont*lnya dari vaginaku
serta Vera langsung menghisap kont*lnya serta memakan segala air benih dari
kont*l Alex.

aku memandang Alex menggapai kantung celananya
serta mengambil suatu serupa obat. beliau memakan obat itu atas satu gelas
air di meja hias Vera. aku memandang kont*l Alex yang lagi berdiri
berdiri. Dalam batin aku bingung bukankah tiap kali laki-laki
pemancaran tentu kont*lnya bakal lesu? mengapa Alex enggak lemas-lemas?
akhirnya aku tahu nyatanya Alex makan seperti obat yang bisa
membikin kont*lnya lalu bengkak.

sehabis minum obat, Alex
memerintahkan Vera berbaring ditepi lokasi tidur kemudian Alex balik ngent*t
atas Vera dalam posisi missionary. Vera memanggil aku kemudian aku
diminta berbaring diatas badan Vera. atas tercengang aku ikuti
dorongan hati Vera.

aku mengepres badan Vera tapi karna kaki
Vera lagi ngangkang karna dalam posisi ngent*t, terdesak kaki aku
bersimpuh disebelah kiri serta kanan Vera. aku langsung mengesun Vera serta
Vera mengalungkan lengannya ke tubuhku serta kita empat mata berkecupan atas
sebati. aku merasakan tangan Alex menggerayangi semua pantatku. beliau
membuka bagian pantatku serta aku merasakan jarinya memainkan anusku.

aku
menggumam ketika jarinya menguji disodok ke anusku tapi Alex enggak
meneruskan. sebagian menit setelah itu, Vera berkoar atas keras.
badannya menegang ketika air benih Alex balik curah dalam vaginanya.
aku menguji turun dari dekapan Vera tapi Vera melekap tubuhku atas
keras alhasil aku enggak dapat beranjak. tidak diduga, Alex balik
mengajukan kont*lnya ke vaginaku. aku yang dalam posisi nungging di
berdasarkan badan Vera enggak dapat menyangkal menadah kont*l Alex.

Alex
balik memompakan kont*lnya dalam vaginaku. aku sesungguhnya rasanya
telah lesu serta akibatnya aku berserah aja disetubuhi Alex atas buas.
tapi dalam hatiku aku suka sekali dientotin. acap kali kont*l
Alex pergi masuk dalam vaginaku sebaliknya Vera lalu menembus mengesun
bibirku. Kali ini aku rasa enggak hingga 3 menit Alex ngent*t atas
aku karna aku merasakan larutan hangat dari kont*l Alex memadati
vaginaku serta Alex bertempik atas keras merasakan kenikmatan yang beliau
dapat. aku seorang diri melenguh atas keras. semua otot vaginaku
rasanya serupa menegang. aku membekam badan Vera atas keras
menikmati sensual dalam diriku.

Alex kemudian dalam kondisi
langlai menggeletakkan dirinya ke lokasi tidur. Vera menyambutnya dengan
mengesun bibirnya. Mereka empat mata saling berkecupan. aku berbaring
disebelah kiri Alex sebaliknya Vera disebelah kanannya. anda bertiga
tertidur hingga jam 5 petang. sehabis itu aku diantar berbalik oleh Vera.

****

Itu
ialah pengetahuan seksku yang amat berkesan. Bertahun-tahun setelah itu
aku kerap horny tapi aku mesti memendam perasaan itu karna belum
ingat aturan melampiaskannya. serta kini aku merasa suka sekali karna
akibatnya dapat merasakan kenikmatan bersetubuh bagus atas laki-laki ataupun
perempuan. per nyatanya memiliki kenikmatan tersendiri.

Recent search terms:

  • Pengalaman pertama anak sd ngentot mbak cantik ditaman
  • Pengalaman pertama sd ngentot kakak dikamar
author
Author: