cerita sex ngentot Dewasaa Mesum Ke Indahan Di Tepi Sungai

395 views

cerita ini berlangsung minim lebih lima tahun yang kemudian. ketika itu golongan kita (4 adam serta 2 wanita) melaksanakan pemanjatan gunung. Rencananya kita bakal memperingati alternasi tahun anyar di situ. hingga di lokasi yang kita menuju menentang hari sudah petang, kita lekas menegakkan bivak di lokasi yang penting. sehabis segalanya beres, kita akur kalau tiga orang adam mesti mencari kusen bakar, lebihnya konsisten tinggal di perkemahan. saya, Robby, serta Doni menentukan mencari kusen bakar, sebaliknya Fadli, Lia serta Wulan konsisten tinggal di bivak. anyar sebagian tahap kita beranjak pergi, sontak Wulan memanggil kita, tuturnya beliau mau turut golongan kita aja (sebabnya masuk akal, beliau enggak lezat batin karna Fadli ialah kekasih Lia, serta Wulan enggak mau kehadirannya di bivak merisaukan kegiatan mereka). karna Fadli serta Lia enggak terlalu berat ditinggal empat mata, kita (Robby, Doni, saya serta Wulan) lekas meneruskan ekspedisi.

. terdapat sebagian keadaan yang harus saya ceritakan pada pembaca berhubungan dua orang kawan perempuan kita. Lia karakternya amat halus, dewasa, berat bibir serta feminin. karakter ini angkat kaki belakang atas Wulan. boleh jadi karna beliau anak beruju serta ketiga kakaknya segala adam, jadi Wulan amat aleman, tetapi sering-kali tomboy. tetapi di kembali segala itu, kita segala membenarkan kalau Wulan amat cantik, terlebih lebih cantik dari Lia.

enggak berapa lamban, sampailah kita pada lokasi yang dituju, kemudian kita mulai mengakulasi ranting-ranting kering. dengan mengakulasi cabang, kita membahas apa yang lagi dijalani Fadli serta Lia di dalam bivak. pasti aja dialog kita menjurus pada keadaan asusila. sehabis cukup apa yang kita cari, Robby menasihati mampir mandi dulu ke bengawan yang enggak berapa jauh dari lokasi kita terletak. Wulan bisa turut, tetapi mesti menanti mengharap di berdasarkan rubing bengawan sementara kita bertiga mandi. Wulan setujuan aja. kecil tutur, sampailah kita pada bengawan yang dituju. saya, Robby serta Doni turun ke bengawan, kemudian mandi di danau. Wulan kita perintah bersandar di berdasarkan rubing serta janganlah sesekali mengintip kita.

kala lagi asyik-asyiknya kita berbenam di air, sontak kita mengikuti Wulan berkoar karna terguling dari berdasarkan rubing. badannya menggelinding hingga akibatnya beliau terjebak ke dalam air. Cepat-cepat kita berlari menguji melindungi Wulan (kita mandi cuma melepaskan blus serta celana jauh, sebaliknya celana dalam konsisten kita memakai). Robby yang cerdas berenang lekas menjemput Wulan, kemudian menariknya dari air menuju pinggir bengawan. saya serta Doni menanti mengharap di berdasarkan. hingga di pinggir bengawan, badan Wulan berair basah. sebentar kulihat tangan Robby mengenai buah dada Wulan. karna Wulan mengenakan T-Shirt berair, saya bisa memandang atas nyata lekuk-lekuk badan Wulan yang amat memukau.

Wulan merintih memegangi dengkul kanannya. saya serta Doni berdiam enggak ingat apa yang mesti kita lakukan, tetapi Robby yang sempat turut aksi pengamanan atas akas membuka ikat pinggang Wulan kemudian mencopot celana jeans Wulan hingga dengkul. Wulan berdengking dengan menjaga celananya biar enggak melorot. benar, ketika itu saya enggak ingat apa sesungguhnya yang akan Robby lakukan akan Wulan. Segalanya bepergian sedemikian itu lekas serta saya enggak mengabadikan aduan minus akan Robby. saya cuma beranggapan, Robby akan mengontrol jejas Wulan. tetapi atas melorotnya jeans Wulan hingga ke dengkul, kita bisa memandang atas nyata celana dalam wulan yang berona off-white (putih kecoklatan) serta berkerawang. kas penisku bangkit.

Robby mendiktekan saya serta Doni memegangi kedua tangan Wulan. serupa dihipnotis, kita berdasarkan aja. Wulan kian meronta dengan melabrak, �Rob, apa-apaan sih.. , merdeka.. , merdeka! ataupun aku teriak�.

Doni secepat cemeti dewa mengunci mulut mulut Wulan atas kedua telapak tangannya. Robby sehabis sukses mencopot celana jeans Wulan, kini menguji mencopot celana dalam Wulan. hingga detik ini, akibatnya saya ingat apa sesungguhnya yang lagi berlangsung. saya enggak berani cegah Robby serta Doni, karna tidak cuma saya telah merasa terlibat, saya pula amat terangsang ketika memandang abaimana Wulan yang rimbun ditumbuhi rambut-rambut hitam berkeluk-keluk.

Wulan kian meronta serta menguji berdengking, tetapi cengkaman tanganku serta bungkaman Doni membikin usahanya gagal belaka. Robby lekas bertelut di antara kedua bekah pukang Wulan. Tangan kirinya menekan perut Wulan, tangan kanannya membimbing penisnya menuju abaimana Wulan. Wulan kian meronta, membikin Robby kesukaran memuatkan penisnya ke dalam bolongan

vaginanya. Doni mengambil inisiatif. beliau kemudian bersandar mencaplok persisnya di berdasarkan dada Wulan dengan tangannya lalu mengunci mulut mulut Wulan. sontak Wulan berdengking keras sekali. Rupanya Robby sukses mencabik epidermis amoi Wulan atas penisnya. dengan cara lekas Robby menggerak-gerakkan pinggulnya maju berkurang. buat sebagian menit lamanya Wulan meronta, hingga akibatnya beliau bungkam berserah. Yang beliau lakukan cuma meratap mengesak.

Doni membebaskan telapak tangannya dari mulut Wulan karna beliau merasa Wulan enggak bakal berdengking lagi. kemudian beliau menguji menarik T-Shirt Wulan ke berdasarkan. Di luar ajukan, Wulan kali ini enggak melangsungkan perlawanan, sampai Doni serta saya bisa membebaskan T-Shirt serta BH-nya. Luar lazim, badan Wulan dalam kondisi bugil bundar amat membangunkan birahi. badannya bagus, serta buah dadanya amat bahenol. boleh jadi ukurannya 36B.

Doni lekas menjilati puting susu Wulan, sementara saya memandang Robby kian kemasukan mencabik-cabik faraj Wulan yang sebagian ketika yang kemudian lagi anak dara. saya amat terangsang, kemudian saya mulai mewajibkan mengesun bingkai Wulan. Ugh, nikmat sekali bibirnya yang dingin serta halus itu. saya melumat bibirnya atas amat bersemangat. saya enggak ingat apa yang lagi Wulan rasakan. saya cuma memandang, matanya polos mengerawang jauh langit di berdasarkan situ yang masak bakat malam bakal lekas datang. Tangisnya telah kira-kira mereda, tetapi saya lagi bisa mengikuti sedan tangisnya yang enggak sekeras mulanya. boleh jadi beliau telah amat putus asa, shock, ataupun boleh jadi pula menikmati perlakuan kasar kita.

sontak saya mengikuti Robby berkoar bencat. badannya menegang. beliau memancarkan benih melimpah sekali ke dalam faraj Wulan. sebelah menit setelah itu Robby beranjak pergi dari badan Wulan kemudian terbaring kecapekan di sisi kita. Doni menyuruhku mengambil aplusan kedua. saya bangun menuju faraj Wulan. sebentar saya memandang benih Robby mengalir ke luar dari mulut faraj Wulan. Warnanya putih kemerahan. Rupanya bercak-bercak merah itu berawal dari darah epidermis amoi (hymen) Wulan yang cabik-cabik. Tanpa kesukaran saya sukses memuatkan burung ke dalam vaginanya. Rasanya nikmat sekali. Licin serta hangat berbaur jadi satu. atas lekas saya mengocok-ngocok penisku maju berkurang. saya melekap badan Wulan. Payudaranya bentrok atas dadaku. atas buas saya melumat bingkai Wulan. Doni serta Robby menyaksikan atraksiku dari jarak dua m. sebagian menit setelah itu saya merasakan penisku amat bengkak serta bergembut-gembut. saya telah menguji menahan biar pemancaran bisa diperlama, tetapi gagal. Spermaku pergi melimpah sekali di dalam faraj Wulan. saya dekap akrab badan Wulan hingga beliau enggak bisa bernafas.
sehabis senang, saya kasihkan aplusan selanjutnya pada Doni. saya kemudian bersandar di sisi Robby melihat Doni yang atas amat bersemangat menikmati badan Wulan. karna capek, kurebahkan
tubuhku menelentang celentang dengan melihat langit yang kian amblas.

sebagian menit setelah itu Doni pemancaran di dalam faraj. sehabis Doni senang, nyatanya Robby bangun balik nafsunya. beliau merapati Wulan. tetapi kali ini beliau justru membalikkan badan Wulan sampai telungkup. saya enggak ingat apa yang bakal diperbuatnya. nyatanya Robby akan melaksanakan anal gender. Wulan berkoar ketika anusnya ditembus burung Robby. mengikuti itu Robby justru kian kemasukan. beliau menarik rambut Wulan ke belakang sampai wajah Wulan menengadah ke berdasarkan. atas akas Doni merapati badan Wulan. saya memandang Doni atas amat kasar memijit-mijit buah dada Wulan. Wulan mengiba, �Aduhh.. , telah dong Ro.. , maaf.. , sakit Rob�. tetapi Robby serta Doni enggak menghiraukannya.

�Oh, ketang sekali�, jerit Robby menanggapi bolongan anus Wulan yang lebih ketang dari vaginanya. tiap Robby menarik penisnya saya amati anus Wulan congor. kebalikannya ketika Robby membenamkan penisnya, anus Wulan jadi ceduk. enggak lamban, Robby mendapati pemancaran yang kedua kalinya. sehabis senang, kini aplusan Doni menyodomi Wulan. memandang itu saya jadi belas pula akan Wulan. Di matanya saya memandang bobot beban yang amat berat, tetapi sekalian saya pula memandang sisa-sisa ketegarannya menghadapi perlakuan ini.

sehabis Doni senang, Robby serta Doni menyuruhku menikmati badan Wulan. tetapi sontak kelihatan rasa belas dalam hatiku. saya tuturkan kalau saya telah amat capek serta hari telah menjelang gelap. kita akur balik ke perkemahan. Robby serta Doni lekas berpakaian kemudian beranjak

meninggalkan kita dengan menenteng kusen bakar. Wulan atas tertatih-tatih mengambil celana dalam, jeans, kemudian mengenakannya. saya tanyakan apakah Wulan ingin mandi dulu, serta beliau cuma menggeleng. Dalam keremangan petang saya lagi bisa memandang matanya yang bagus berkilauan. Kuambil T-Shirtnya. karna berair, saya melambai-lambaikan biar lebih kering, kemudian saya kasihkan T-Shirt itu bersama-sama atas BH-nya. Robby serta Doni menanti mengharap kita di berdasarkan rubing bengawan. sehabis Wulan serta saya komplit berpakaian, kita beranjak pergi meninggalkan lokasi itu. Robby serta Doni bepergian tujuh m di depanku serta Wulan.

Di perkemahan, Fadli serta Lia menanti mengharap kita atas gelisah. kemudian kita bercerita cerita biar insiden itu enggak menabur. Untunglah Fadli serta Lia yakin, serta Wulan cuma bungkam aja.
persisnya lagi malam di ketika orang lain memperingati alternasi tahun anyar, kita melewatinya atas hambar. enggak melimpah kesucian saat itu. kita lebih melimpah bungkam, walaupun Fadli mencoba melarutkan kelengangan malam atas gitarnya.

Esoknya, pagi-pagi sekali Wulan meminta lekas berbalik. kita maklum kemudian lekas membongkar bivak. Untunglah sesampainya di kota kita, Wulan melindungi insiden ini. tetapi tiga bulan selanjutnya Wulan menghubungiku serta beliau atas berharap memohon saya bertanggung jawab berdasarkan kehamilannya. saya luang terkejut karna belum pasti anak yang dikandungnya itu ialah anakku. tetapi bentuk wajahnya yang amat mengiba, membuatku belas kemudian bersedia dan menerima menikahinya.
Satu bulan selanjutnya kita aci menikah. Wulan meminta biar saya memboyongnya meninggalkan kota ini serta mencari karier di kota lain. kini �anak kami� telah bisa bepergian. Lucu sekali. Matanya bagus serupa mata ibunya. terkadang terbayang buat memahami anak siapa sesungguhnya �anak kami� ini. tetapi setelah itu saya menguburnya dalam-dalam. saya cemas keceriaan rumah tangga kita bakal hancur apabila nyatanya realitas pahitlah yang kita dapati.

Akhir Desember kita menikmati alternasi tahun anyar di rumah aja. insiden ini balik menguak album jeleknya. Matanya berkilauan. saya melekap serta membarut-barut rambutnya. sebagian menit setelah itu, dalam dekapanku beliau berterus terang kalau sebelum insiden itu berlangsung, sesungguhnya beliau telah jatuh cinta padaku. beliau turut mencari kusen bakar karna beliau mau dapat dekat denganku.

betul Tuhan, saya amat menyesal. Pengakuannya ini membikin hatiku nyeri tidak terkira.
berakhir

author
Author: