cersex mesum ngentot Aura Seks Naik Ketika Melihat Rok Mini

395 views

cerita dewasa ini menceritakan satu buah cerita dewasa berhubungan pergaulan yang berlangsung pada anak smu kini. Jadi demikian ini dahulu akar cerita gender ini dikisahkan dari seseorang yang berjulukan riska. Riska ialah seseorang perempuan anak didik kategori 3 di satu buah SMU negeri terkenal di kota YK. perempuan yang berumur 17 tahun ini ada badan yang sekal serta beku, kulitnya kuning duku. Rambutnya berburai lurus sebahu, wajahnya pula agak cantik.

Edited with Nokia Image Editor 2.6.15


beliau ialah anak beruju dari lima berfamili, bapaknya ialah seseorang administratur yang saat ini bersama-sama ibunya lagi bekerja di ibukota, lagi kakak-kakaknya tinggal di bermacam kota di pulau jawa ini karna hajat karier ataupun kuliah. sehingga tinggallah Riska seseorang diri di rumah itu, sering-kali beliau pula ditemani oleh sepupunya yang mahasiswi dari satu buah universitas negeri terkenal di kota itu.

selaku anak ABG yang membuntuti tren era saat ini, Riska amat hobi mengenakan busana yang serba-serbi kencang termasuk pula berkembar sekolah yang dikenakannya setiap hari. gaun abu-abu yang tingginya sebagian senti di berdasarkan dengkul telah cukup membuka kedua pahanya yang putih bagus, serta skala roknya yang kencang itu pula menampilkan lekuk body badannya yang sekal memukau.

penampakannya yang elok ini pasti memanggil pikiran jelek para pria, dari yang sekedar menikmati keanggunan badannya hingga yang beragan mau menggagahinya. Salah satunya ialah Parno, sang juru angkong yang mangkal di depan jalan rumah Riska. Parno, laki-laki berumur 40 tahunan itu, benar seseorang laki-laki yang berlibido tinggi, birahinya kerap naik tidak terarah bila memandang gadis-gadis cantik serta sensual berjalan di hadapannya.

bentuk tubuh pribadi Riska benar cukup luwes kordial dalam berbaur serta sedikit cantik termasuk pada Parno yang kerap mengantarkan Riska dari jalur besar menuju ke adres Riska yang masuk ke dalam jalan.

sesuatu petang, Riska berbalik dari sekolah. serupa lazim Parno mengantarnya dari jalur besar menuju ke rumah. petang itu keadaan kira-kira berawan serta hujan rintik-rintik, kondisi di sekeliling pula antap, pahamlah kawasan itu terletak di perbatasan kota YK. serta Parno menyudahi ketika inilah kans terbaiknya buat melajukan ambisi birahinya pada Riska. beliau sudah menyiapkan segalanya, termasuk tempat lokasi dimana Riska belakang bakal dikerjai. Parno berencana mengambil jalur memutar melalui jalur yang lebih antap, jalurnya kira-kira jauh dari kolom yang dilewati setiap hari karna jalannya memutar melampaui areal pemakaman.

�Lho koq melalui sini bungkus? �, pertanyaan Riska.
�Di depan terdapat kawinan, jadi jalannya ditutup�, rayu Parno dengan lalu menarik becaknya.

atas sedikit kesal Riska juga terdesak membuntuti dorongan hati Parno yang mulai menarik becaknya kira-kira lekas. sehabis hingga pada tempat yang sudah direncanakan Parno, ialah di satu buah gedung berumur di lagi areal pemakaman, sontak Parno memalingkan becaknya masuk ke dalam bangunan berumur itu.

�Lho mengapa masuk sini bungkus? �, pertanyaan Riska.
�Hujan.. �, jawab Parno dengan memblokir becaknya persisnya di tengah-tengah gedung antik yang gelap serta antap itu. serta benar hujan juga telah turun atas derasnya.

gedung itu ialah bekas industri tebu yang dibuat pada zaman belanda serta kini telah enggak digunakan lagi, kelewatan sesekali digunakan buat bangunan penduduk. kondisi serupa ini membikin Riska jadi kian belingsatan, wajahnya mulai kelihatan waspada serta resah.

�Tenang.. hening.. anda bebas dulu di sini, dari basah-basahan serupa air hujan mendingan anda basah-basahan keringat.. �, perkataan Parno dengan berkumut turun dari lokasi setang becaknya serta merapati Riska yang lagi bersandar di dalam angkong.

bagaikan tersambar cemeti dewa Riskapun terkejut mengikuti lafal Parno mulanya.

�A.. Apa maksudnya bungkus? �, pertanyaan Riska dengan terbengong-bengong.
�Non cantik, anda ingin ini? � Parno sontak meletakkan celana komprangnya, melontarkan penisnya yang sudah memadat serta melabu.

Riska kaget sebelah mati serta badannya mendadak lesu kala memandang pandangan yang belum sempat beliau amati selagi ini.

�J.. Jaangan bungkus.. Jangann.. � pinta Riska atas muka yang memucat.

Sejenak Parno memandangi badan Riska yang memukau, atas posisinya yang bersandar itu tersingkaplah dari kembali gaun abu-abu berkembar SMU-nya kedua pukang Riska yang putih bersih itu. baju kaki putih sejajar betis menambahkan jamal kaki perempuan itu. serta di komponen atasnya, kedua buah dada ranum tampak menjendul dari kembali blus putih seragamnya yang berdimensi kencang.

�Ampunn bungkus.. janganlah bungkus.. �, Riska mulai meratap dalam posisi duduknya dengan merapatkan tubuh ke gantungan angkong, seakan mau melindungi jarak atas Parno yang kian mendekati badannya.

badan Riska mulai menggigil akan tetapi enggak karna dinginnya udara ketika itu, tapi ketika dirasakannya sebandung tangan yang kasar mulai mengenai pahanya. Tangannya dengan cara kontan mencoba menampik tangan Parno yang mulai menjamah pukang Riska, tetapi rugi aja karna kedua tangan Parno atas kuatnya menggenggam kedua pukang Riska.

�Oohh.. Jangann.. bungkus.. Tolongg.. Jangann.. �, Riska meronta-ronta atas menggerak-gerakkan kedua kakinya. bakal tapi Parno malahan kian berkecamuk, dicengkeramnya erat-erat kedua pukang Riska itu dengan merapatkan badannya ke badan Riska.

Riska juga jadi mati kutu sementara sedan tangisnya menggema di dalam ruangan yang mulai gelap serta antap itu. Kedua tangan kasar Parno mulai beranjak memecal kedua pukang bagus itu sampai mengenai akar pukang Riska. badan Riska mengejai kala tangan-tangan Parno mulai menggerayangi komponen akar pukang Riska, serta muka Riska berkumut kala jari-jemari Parno mulai bersesaran masuk ke dalam celana dalamnya.

�Iihh.. �, pekikan Riska balik menggema di ruangan itu di ketika jemari Parno terdapat yang masuk ke dalam gohong vaginanya.

badan Riska mengejai cepat di ketika jemari itu mulai mengais-ngais bolongan kewanitaannya. desau nafas Parno kian cepat, beliau tampak amat menikmati segmen �pembuka� ini. Ditatapnya muka Riska yang berkempul-kempul atas badan yang menggeliat-geliat dampak jemari lagi Parno yang berjoget-joget di dalam bolongan kemaluannya.

�Cep.. Cep.. Cep.. �, dapat didengar suara dari komponen selangkangan Riska. ketika ini bolongan abaimana Riska sudah banjir oleh larutan kemaluannya yang melancur mandi selangkangan serta kisi-kisi Parno.

senang atas segmen �pembuka� ini, Parno mencabut jarinya dari bolongan abaimana Riska. Riska tampak terengah-engah, air matanya pula melebur mandi pipinya. Parno setelah itu menarik badan Riska turun dari angkong, perempuan itu dipeluknya erat-erat, kedua tangannya memijit-mijit birit perempuan itu yang sintal sementara Riska cuma dapat bengong berserah, debar jantungnya kerasa di seluruh badannya yang gemetaran itu. Parno pula menikmati wanginya badan Riska dengan lalu meremas memerah birit perempuan itu.

berikutnya Parno mulai menikmati bingkai Riska yang kasar serta sensual itu, dikulumnya bingkai itu atas besar perut kolam seorang yang lagi kelaparan memajuh makanan.

728x90poker6id

�Eemmgghh.. Mmpphh.. �, Riska mendesah-desah di ketika Parno melumat bibirnya. Dikulum-kulum, digigit-gigitnya bingkai Riska oleh gigi serta bingkai Parno yang kasar serta bau rokok itu. kecupan Parno juga beralih ke komponen gala perempuan itu.
�Oohh.. Eenngghh.. �, Riska mengerang-ngerang di ketika lehernya dikecup serta dihisap-hisap oleh Parno.

cengkaman Parno di badan Riska cukup tangguh alhasil membikin Riska susah bernafas lagi pula beranjak, serta keadaan inilah yang membikin Riska berserah di ambang Parno yang lagi memperkosanya. sehabis senang, saat ini kedua tangan agam Parno menggapai kepala Riska serta menekan badan Riska ke bawah alhasil posisinya bertelut di ambang badan Parno yang berdiri berdiri di hadapannya. Langsung aja oleh Parno kepala Riska dihadapkan pada penisnya.

�Ayo.. janganlah macam-macam non cantik.. Buka mulut kamu�, hardik Parno dengan menarik rambut Riska.

cemas pada dampratan Parno, Riska tidak dapat menyangkal permintaannya. dengan mengesak beliau sedikit untuk sedikit membuka mulutnya serta lekas aja Parno mendorong masuk penisnya ke dalam mulut Riska.

�Hmmphh.. �, Riska mendesau lagi kala barang memuakkan itu masuk ke dalam mulutnya sampai pipi Riska melembung karna batang abaimana Parno yang menyumpalnya.
�Akhh.. � kebalikannya Parno memekik nikmat. Kepalanya menengadah keatas merasakan hangat serta lembutnya gerong mulut Riska di seluruh batang kemaluannya yang memalam di mulut Riska.

Riska meratap tidak berakal menahan bualan keinginan Parno. Sementara kedua tangan Parno yang lagi mencengkeram akrab kepala Riska mulai memobilisasi kepala Riska maju berkurang, menggojlok penisnya atas mulut Riska. Suara berdecak-decak dari liur Riska dapat didengar nyata diselingi batuk-batuk.

sebagian menit lamanya Parno melaksanakan keadaan itu pada Riska, beliau tampak amat menikmati. sontak tubuh Parno menegang, kedua tangannya memobilisasi kepala Riska kian lekas dengan menjambak-jambak rambut Riska. muka Parno berkumut, mulutnya menganga, matanya terkatup akrab serta..

�Aakkhh.. �, Parno cumengkling, croot.. croott.. crroott..

seperjalanan atas muncratnya larutan putih lekat dari abaimana Parno yang memuat mulut Riska yang kaget menadah muntahan larutan itu. Riska mencoba membebaskan batang burung Parno dari dalam mulutnya akan tetapi gagal, tangan Parno mencengkeram tangguh kepala Riska. beberapa besar benih Parno sukses masuk memadati gerong mulut Riska serta mengalir masuk ke tenggorokannya bersama beberapa lagi melebur pergi dari sela-sela mulut Riska.

�Ahh�, dengan mendesau kosong, Parno mencabut batang kemaluannya dari mulut Riska.

tampak batang penisnya berair oleh larutan benih yang berbaur atas air liur Riska. begitu juga perihalnya atas mulut Riska yang tampak berair oleh larutan yang serupa. Riska biar lagi dalam posisi berdiam bertelut, akan tetapi badannya pula lesu serta shock sehabis diperlakukan Parno serupa itu.

�Sudah bungkus.. Sudahh.. � Riska meratap sesenggukan, terengah-engah menguji buat �bernego� atas Parno yang dengan menata nafas berdiri atas gagahnya di ambang Riska.

keinginan birahi yang lagi melambung dalam diri Parno membikin tenaganya jadi tangguh berlipat ganda kali, lagi pula beliau sudah meneguk jamu hebat tangguh untuk kelancaran hajatnya ini sebelumnya. sehabis berejakulasi mulanya, tidak lamban setelah itu nafsunya balik bergolak sampai batang kemaluannya balik mengacung keras sedia menerkam bulan-bulanan lagi.

Parno setelah itu menggenggam badan Riska yang lagi meratap mengesak. Riska siuman bakal apa yang sesaat lagi berlangsung kepadanya ialah suatu yang lebih menakutkan. tubuh Riska bergerak kala Parno mengolek badan Riska di dek bangunan yang kotor itu, Riska yang mentalnya telah jatuh seakan tersihir membuntuti bimbingan Parno.

sehabis Riska celentang, Parno membuka gaun abu-abu berkembar SMU Riska sampai sejajar pinggang. setelah itu atas aksi perlahan-lahan, Parno memerosotkan celana dalam putih yang lagi melingkupi selangkangan Riska. Kedua mata Parno juga melotot tajam ke arah abaimana Riska. abaimana yang merangsang, ditumbuhi rambut yang enggak sedemikian itu melimpah tetapi apik melingkupi bingkai vaginanya, bagus sekali.

Parno langsung aja memfokuskan batang penisnya ke bingkai faraj Riska. Riska berkoar kala Parno mulai menekan pinggulnya atas keras, batang penisnya yang jauh serta besar masuk atas memaksa mendesak ke dalam gohong faraj Riska.

�Aakkhh.. �, Riska berkoar lagi, badannya menggelepar menegang serta wajahnya bermuka masam menahan rasa nyeri di selangkangannya.

Kedua tangan Riska ditekannya di berdasarkan kepala, sementara beliau atas semantap daya melesakkan batang kemaluannya di faraj Riska atas kasar serta aktif.

�Aaiihh.. �, Riska cumengkling keras di ketika abar-abar keperawanannya sukses ditembus oleh batang burung Parno. Darah juga melancur dari sela-sela abaimana Riska.
�Ohhss.. Hhsshh.. Hhmmh.. Eehhghh.. � Parno mencicik nikmat.

sehabis sukses melesakkan batang kemaluannya itu, Parno langsung menggenjot badan Riska atas kasar.

�Oohh.. Oogghh.. Oohh.. �, Riska mengerang-ngerang kesakitan. badannya terguncang-guncang dampak aksi Parno yang keras serta kasar. Sementara Parno yang enggak acuh lalu menggenjot Riska atas bersemangat. Batang penisnya berair basah oleh larutan faraj Riska yang mengalir kencang berbaur darah keperawanannya.

sekeliling lima menit lamanya Parno memaksa Riska yang kian kecapekan itu, barangkali Parno amat menikmati tiap hentakan untuk hentakan dalam menyetubuhi Riska, hingga akibatnya di menit ke-delapan, badan Parno balik menegang keras, urat-uratnya menjendul pergi dari badannya yang hitam agam itu serta Parno juga berejakulasi.

�Aahh.. � Parno berkoar jauh melajukan rasa puasnya yang tidak tara atas melimpahkan semua spermanya di dalam gerong abaimana Riska yang lagi menggelepar kecapekan serta kehilangan daya karna tidak bisa lagi mengimbangi gerakan-gerakan Parno.

serta akibatnya kedua badan itu juga setelah itu jatuh langlai di dek diiringi desahan nafas jauh yang dapat didengar dari mulut Parno. Parno senang sekali karna sudah sukses melakukan hajatnya ialah memperkosa perempuan cantik yang selagi ini menghiasi pandangannya serta menggoda dirinya.

sehabis beradu sebagian menit persisnya menjelang Isya, akibatnya Parno atas becaknya balik mengantarkan Riska yang keadaannya telah kecil berbalik ke rumahnya. karna lagi lesu serta dampak rasa sakit di selangkangannya, Riska tidak bisa lagi bepergian biasa sampai Parno terdesak menuntun perempuan itu masuk ke dalam rumahnya.

keadaan di kawasan rumah yang antap membikin Parno atas bebas menuntun badan kecil Riska sampai hingga ke teras rumah serta setelah itu mendudukkannya di bangku teras. sehabis berbisik ke kuping Riska kalau beliau berakad bakal hadir balik buat menikmati badannya yang adun itu, Parno juga setelah itu meninggalkan Riska atas menarik becaknya lenyap di kemalaman malam, meninggalkan Riska yang lagi mengendap lesu di bangku teras rumahnya.

author
Author: