cerita memek basah sex dan cersex mesum ngentot MOMENT YANG TIDAK BISA DI LUPAKAN BERSAMA DENGAN SISWI SMA

saya tinggal di Cirebon Cerita Ngentot ABG, Cerita Selingkuh, Cerita Sex Perawan.  tetapi lokasi kerjaku di dekat Indramayu yang berenggang sekeliling 45 kilometer serta kutempuh atas alat transportasi kantor (nyupir seorang diri) sekeliling 1 jam. buat yang ingat kawasan ini, tentu bakal ingat jalur mana yang kutempuh. tiap pagi kurang lebih jam 06. 30 saya telah meninggalkan rumah melampaui route jalur yang serupa (hanya semata yang terdekat) buat angkat kaki ke kantor


Pagi hari di kawasan ini, serupa lazim kelihatan pandangan kanak-kanak sekolah tidak tahu itu anak SD, SMP atau SMA, berangkai di sebagian lokasi di sepanjang jalur yang kulalui dengan menanti mengharap angkutan biasa yang bakal mereka naiki buat ke sekolah mereka per. karna angkutan biasa amat terbatas, kebanyakan mereka melambai-lambaikan tangannya serta menguji mengabar alat transportasi yang melalui buat memperoleh titipan.

terkadang terdapat pula alat transportasi truk atau pick-up yang berakhir serta akur batin memberi titipan, sebaliknya alat transportasi lainnya sedikit ingin berakhir, karna yang melambai-lambaikan tangannya beregu serta berjumlah puluhan. sesuatu hari Senin di bulan Oktober 2015, saya pergi dari rumah kira-kira kasep ialah jam 06. 45 pagi.

Kuperhatikan kanak-kanak sekolah yang kebanyakan gempar di sepanjang jalur itu mulai kira-kira antap, boleh jadi mereka telah memperoleh alat transportasi ke sekolahnya per. ketika perjalananku mendekati pucuk dukuh Bedulan (lokasi ini tentu diketahui oleh segala orang karna kerap berlangsung tawuran dampingi dukuh hingga ketika ini), kulihat terdapat seseorang anak sekolah wanita yang melambai-lambaikan tangannya.

sehabis kulihat di belakangku enggak terdapat alat transportasi lain, saya mengambil kesimpulan bila anak sekolah itu mencoba memperoleh titipan dariku serta karna beliau seseorang diri di sekeliling danau sehingga lekas kuhentikan kendaraanku bersama kubuka kacanya dengan kutanyakan,

�Mau ke mana dik? �. Kulihat anak sekolah itu kira-kira gelisah serta lekas menanggapi pertanyaanku, �Pak bisa aku turut hingga di SMA��� (edited by ceritadewasaigo. com) �, dari mulanya alat transportasi biasa kancap lalu serta aku cemas kasep ?, atas muka yang kancap minta.

�Yaa�, OK lah.. , naik cepat�, kataku. �Terima kasih paak�, tuturnya dengan membuka pintu mobilku. Jarak dari sini hingga di sekolahnya kurang lebih 10 kilometer serta selagi ekspedisi kuselingi atas pertanyaan-pertanyaan enteng, alhasil saya ingat bila beliau itu bersandar di kategori 3 SMU di��dan berjulukan War (edited by ceritadewasaigo. com).

Tinggi badannya kurang lebih 155 centimeter, corak kulitnya dapat dikatakan kira-kira hitam bersih serta enggak cantik tetapi manis serta menarik buat diamati, tidak tahu apanya yang menarik, boleh jadi karna matanya kira-kira kuyu. enggak amat lamban, kendaraanku telah hingga di daerah��-dan War lekas memberi arahan. �Ooom�, sekolah aku terdapat di depan itu�, tuturnya dengan jarinya menunjuk satu arah di kanan jalur.

Kuhentikan kendaraanku di depan sekolahnya serta dengan menyalamiku War melafalkan dapat kasih. dengan turun dari mobil, War lagi luang bersoal, �Oom�, akan datang pagi aku bisa turut lagi.. , enggak Oom, agak Oom�, dapat naik mobil baik ke sekolah serta sekaligus mempertegangkan biaya.. , bisa yaa.. Oom? �.

saya enggak lekas menanggapi pertanyaan itu, tetapi kupandangi wajahnya, kemudian kujawab, �Boleh bisa aja War turut Oom, tetapi janganlah berdompol ikutnya yaa�. �Enggak lah Oom, aku hanya seorang diri aja kenapa selagi ini�. tiap pagi selagi saya mendekati dukuh itu, War telah terdapat di sisi jalur serta mengayunkan tangannya buat memblokir mobilku.

Dalam tiap ekspedisi beliau kian lamban kian melimpah berbicara pertanyaan keluarganya, kehidupannya di dukuh, teman-teman sekolahnya serta beliau pula telah memiliki kekasih di sekolahnya. kala kutanya apakah pacarnya enggak marah bila tiap hari naik mobil orang, War bilang enggak apa-apa tetapi tanpa terdapat uraian apapun, barangkali beliau berat ekor melukiskan lebih jauh pertanyaan pacarnya.

War pula cerita kalau selagi ini beliau enggak sempat kemana-mana, eksepsi sempat dua kali di membawa pacarnya berekreasi ke kawasan darmawisata di Kuningan. sepekan setelah itu di hari Jum�at, durasi War bakal naik di mobilku kulihat wajahnya sedih serta matanya bengkak serupa habis meratap serta War bersandar tanpa melimpah cakap.

karna penasaran, kusapa beliau, �War, habis nangis yaa�, mengapa.. ? coba War ceritakan.. , siapa ingat Oom dapat membantu�. War konsisten berdiam diri serta sedikit resah. lamban beliau bungkam aja serta saya pula enggak ingin mengganggunya atas pertanyaan-pertanyaan, tapi setelah itu beliau berbicara,

�Oom, aku habis gaduh atas ayah serta Ibu�, kemudian beliau bungkam lagi. �Kalau War yakin pada Oom, bantu coba ceritakan permasalahannya apa, siapa ingat Oom dapat membantu�, kataku tapi War aja konsisten berdiam diri. kala mobilku telah mendekati sekolahnya, sontak War berbicara, �Oom�, bisa enggak War meminta durasi sedikit bikin cakap di sini, selagi lagi belum hingga di sekolah�.

mengikuti permintaannya itu, lekas aja kuhentikan mobilku di sisi jalur serta kurang lebih jaraknya lagi 2 kilometer dari sekolahnya. �Ada apa War�? �, Kataku. War konsisten bungkam serta barangkali terdapat keragu-raguan buat mengawali berdiskusi. �Ayoo�, lah War, janganlah cemas ataupun ragu�, terdapat apa sebenarnya�, tanyaku lagi.

�Begini�, Oom, tutur War�, kemudian beliau melukiskan kalau mulanya malam beliau meminta uang pada orang tuanya buat melunasi uang sekolahnya yang telah tiga bulan belum dibayar serta hari ini ialah hari terakhir beliau mesti melunasi, karna bila enggak beliau enggak bisa membuntuti kuis. Orang tuanya nyatanya enggak memiliki uang serupa sekali, sedangkan uang sekolah yang mesti dibayar itu sebesar 80 ribu rupiah. latar belakang orang tuanya karna pengetaman antah yang diharapkan sudah binasa karna hujan yang lalu menembus.

serta tuturnya lagi orang tuanya memerintahkan beliau berakhir sekolah karna enggak bisa lagi buat melunasi uang sekolah serta ingin dikimpoikan atas tetangganya. saya konsisten bungkam buat memperhatikan ceritanya hingga beres serta karna War pula lalu bungkam, kemudian kutanya, �Teruskan ceritamu hingga beres War�. beliau enggak lekas menanggapi tetapi yang kulihat airmatanya kelihatan menggenang serta dengan menghapus air matanya beliau berbicara,

�Oom, nyatanya lagi melimpah yang mau War ceritakan, tetapi aku cemas belakang Oom kasep ke kantornya serta War pula mesti ke sekolah, bersama lanjutnya lagi�, bila Oom terdapat durasi serta enggak terlalu berat, aku mau pergi atas Oom agar aku dapat melukiskan segala permasalahan pribadi saya�. sehabis bungkam sejenak, kemudian War berbicara lagi,

�Oom, bila terdapat serta enggak terlalu berat, aku ingin meminjam menyanggam uang Oom 80 ribu buat melunasi uang sekolah serta aku akad bakal membalikkan sehabis aku bisa dari orang berumur saya�. mengikuti cerita War meskipun belum seberinda, hatiku kerasa teriris serta lekas kurogoh dompetku serta kuambilkan uang 200 ribu serta lekas kuberikan padanya.

�Lho Oom, kenapa melimpah benar�, aku cemas enggak bisa mengembalikannya�, tuturnya dengan menarik tangannya sebelum uang dari tanganku dipegangnya. �War.. , ambillah�, enggak apa-apa kenapa, lebihnya bisa anda belikan buku-buku ataupun apa saja�, aku benar-benar percaya War membutuhkannya�, serta lekas kupegang tangannya dengan menaruh uang itu ditangannya serta dengan kukatakan,

�War.. , ini enggak mesti anda beritahukan pada siapa-siapa, pula janganlah pada orang tuamu�, serta War enggak harus mengembalikannya�. Belum beres kata-kataku, sontak aja dari lokasi duduknya beliau maju serta mengesun pipi kiriku dengan berbicara, �Terima kasih melimpah Oom.. , Oom.. telah melimpah membantu saya�.

saya jadi amat terkesiap serta berdampung, enggak karna memperoleh kecupan di pipiku, tetapi karna tangan kiriku teraba buah dadanya yang kerasa amat benyek alhasil enggak kerasa penisku jadi bengkak serta sementara War lagi mengesun pipiku, kugunakan tangan kananku buat membarut-barut rambutnya serta kucium hidungnya. �Ayoo�, War�, telah lamban anda di sini, belakang anda kasep sekolahnya�. War enggak menanggapi tetapi kulihat dikedua matanya lagi terhenti air matanya.

kala telah hingga di depan sekolahnya dengan membuka pintu mobil, War berbicara, �Oom.. , dapat kasih yaa.. Ooom serta bila Oom terdapat durasi buat mengikuti cerita War�. �Kalau akan datang gimana.. ?, kataku. �Boleh.. , oom�, jawabnya lekas. �Lho�, akan datang kan lagi hari Sabtu serta War kan mesti sekolah�, jawabku.

�Sekali-kali mbolos kan enggak apa apa Oom�, hari Sabtu kan pelajarannya enggak sedemikian itu beku serta minim penting�, tutur War. �Oklah�, bila begitu�, War, anda bertemu akan datang pagi ditempat lazim anda menunggu�. Dalam ekspedisi ke kantor sehabis War turun, permasalahan War kerasa merisaukan pikiranku alhasil enggak kerasa saya telah hingga di kantor.

Sebelum berbalik kantor, saya kerelaan buat enggak masuk akan datang Sabtu pada Bossku atas latar belakang bakal mengurus masalah keluarga di Kuningan. begitu pula durasi malamnya kukatakan pada istriku bila saya mesti ke Jakarta buat hal kantor serta bila selesainya basi terdesak mesti menginap serta berbalik pada hari Minggu.

akan datang paginya atas berbekal 1 stel busana yang sudah disiapkan oleh Istriku, saya angkat kaki serta hingga di lokasi yang lazim, kulihat War konsisten mengenakan blus berkembar sekolahnya. sehabis beliau naik ke mobil, balik kulihat matanya konsisten serupa habis meratap. kemudian kutanya, �War�, habis bentrokan senjata lagi yaa ?, pertanyaan apa lagi? �.

�Oom, ceritanya belakang aja deh�, tuturnya kira-kira berat kaki. �Kita ingin kemana Oom? �, Tanyanya. �Lho�, tergantung War aja.. , Oom sih turut saja�. �Oom�, aku hendak ke lokasi yang kira-kira antap serta enggak terdapat orang lain�, jadi barangkali War nangis, enggak terdapat yang melihatnya eksepsi Oom�.

dengan memutar mobilku balik ke arah Cirebon, saya berasumsi sejenak ingin ke lokasi mana yang seperti atas desakan War, serta lekas terkenang bila di perbatasan kota Cirebon yang ke arah Kuningan terdapat satu buah alun-alun Golf serta Cottage CPN. lekas aja kukatakan padanya,

�War� lokasi yang seperti atas keinginanmu itu kayaknya kira-kira sulit, tapi�, gimana bila anda ke CPN aja.. ? �. �Dimana itu Oom serta lokasi apaan? �, pertanyaan War. saya jadi kira-kira sulit menjelaskannya, tetapi kujawab aja, �Tempatnya sih enggak jauh ialah sedikit di luar Cirebon dan�, demikian ini aja lah.. , War.. , anda ke situ dulu serta bila War minim setujuan atas tempatnya, anda cari lokasi lain lagi�.

sehabis hingga di lokasi serta mencatat di receptionist bersama membeli minuman enteng bersama mengambil kunci kamarnya, lekas saya balik ke mobil serta kutanyakan pada War��gimana War.. , anda ingin disini.. ?, amati aja tempatnya antap (maklum aja lagi pagi-pagi. Receptionistnya aja serupa tercengang, barangkali berfikir kenapa terdapat pengunjung pagi-pagi sekali serta nomor mobilnya enggak dari luar kota).

sehabis mobil kuparkir di depan kamar, sebelum turun kutanya beliau balik, �War�, gimana.. , ingin di sini? ataupun ingin cari lokasi lain? �. War enggak lekas menanggapi pertanyaanku, tetapi beliau turut turun dari mobil serta mengikutiku ke arah pintu kamar penginapan. lekas sehabis hingga di dalam, beliau langsung bersandar di lokasi tidur dengan mengacuhkan semua ruangan.

karna kulihat beliau konsisten bungkam aja, saya jadi merasa enggak lezat serta lekas kudekati beliau yang lagi konsisten bersandar di perbatasan lokasi tidur serta dengan kira-kira bertelut, kucium keningnya sebagian ketika serta sontak aja War memelukku serta dapat didengar ratapan lembut dengan mengesak.

dengan lagi memelukku, kuangkat berdiri dari duduknya serta kuelus-elus rambutnya, dengan kucium pipinya bersama kukatakan, �War coba tenangkan dirimu serta ceritakan segala permasalahan mu pada Oom�, siapa ingat Oom dapat membantumu dalam menghancurkan masalahmu itu�.

War lagi aja memelukku tetapi senggukan tangisnya mulai mereda. sebagian ketika setelah itu kubimbing beliau ke arah lokasi tidur serta perlahan-lahan kutelentangkan War di lokasi tidur serta kurangkulkan tangan kiriku di bahunya serta kupandangi wajahnya, dengan kukatakan, �War cobalah ceritakan masalahmu itu serta kendati Oom dapat memahami permasalahanmu itu�.

War konsisten bungkam aja serta mengatupkan matanya, tetapi tidak lamban setelah itu, dengan mengelap air matanya beliau membuka matanya serta memandang ke arahku yang jaraknya antara wajahnya serta wajahku amat dekat sekali. �Oom��, tuturnya serupa bakal mengawali berbicara, tetapi kemudian beliau bungkam lagi. �War��, kataku dengan kucium pipinya serta kuusap-usapkan jemari tangan kananku di rambutnya, �cerita lah�.

kemudian War mulai berbicara serta beliau melukiskan dengan cara jauh luas pertanyaan kehidupan keluarganya yang bangsat, beliau anak pertama dari 3 berfamili, berhubungan pacarnya di sekolah tetapi lain kategori yang telah 2 tahun berpacaran serta kini telah meninggalkan beliau karna memperoleh kekasih anyar di kelasnya,

serta beliau pula melukiskan bila orang tuanya telah memasangkan atas tetangganya yang telah memiliki bini serta anak, tetapi banyak serta rumahnya enggak amat jauh dari rumah War serta beliau mesti lekas berakhir dari sekolahnya karna bakal dikimpoikan pada bulan Maret bakal hadir.

War tuturnya hendak sekolah dulu serta belum pingin kimpoi, lagi pula kimpoi atas orang yang telah memiliki bini serta anak. War memiliki impian ingin kabur dari rumahnya, tetapi enggak ingat ingin ke mana.

War pula melukiskan kalau nyatanya beliau lagi cinta pada bendu sekolahnya itu, lagi pula beliau telah teranjur sempat tidur bersama-sama selagi berekreasi ke Kuningan dulu, meskipun tuturnya beliau enggak benar-benar percaya bila memiliki pacarnya itu telah masuk ke vaginanya apa belum, karna belum apa-apa telah pergi tuturnya. �Jadi�, gimana.. , Oom.. , apa yang mesti aku perbuat atas permasalahan ini, tuturnya sehabis membereskan ceritanya.

�War�, kataku dengan balik kuelus-elus rambutnya serta kucium pipinya di dekat bibirnya. �War�, masalahmu kenapa sedemikian itu kompleks, terpenting masalah aplikasi tetanggamu itu. demikian ini aja War�, hendaknya anda meminta pada orangtuamu buat menunda perkimpoian itu hingga anda beres sekolah. Bilang saja�, bila eksamen SMA-mu cuma bercokol sebagian bulan lagi�.

�Katakan lagi�, cinta bila dana yang sudah dikeluarkan selagi nyaris tiga tahun di SMA mesti luput rugi tanpa memperoleh Ijasah. War�, selagi anda menerangkan ini segala, janganlah memakai afeksi, tuturkan atas kecil halus, mudah-mudahan aja orang tuamu ingin mengerti serta memundurkan perjodohanmu atas tetanggamu itu�.

�Kalau orang tuamu setujuan, jadi anda dapat kontemplasi buat membereskan sekolahmu serta yang lainnya dapat dipikirkan kemudian�. sehabis beres memberi rekomendasi ini, kemudian balik kucium pipinya seraya kutanya�, �War�, gimana pendapatmu atas rekomendasi Oom ini? �.

Seraya aja War bangun dari tidurnya serta memelukku erat-erat dengan menciumi pipiku serta berbicara, �Ooom�, dapat kasih.. , berdasarkan rekomendasi Oom ini�, belum terbayang oleh aku sebelumnya keadaan ini�, Oom amat bagus akan War tidak tahu gimana aturannya aku membalas kebaikan Oom�, serta kerasa air matanya mengalir di pipiku.

sehabis bungkam sedetik, balik kurebahkan tubuh War menelentang celentang serta kulihat dari matanya yang tertutup itu sisa air matanya serta lekas kucium kedua matanya serta sedikit untuk sedikit cimanku kuturunkan ke hidungnya serta lalu turun ke pipi kirinya, sehabis itu kugeser ciumanku mendekati bibirnya.

karna War lagi konsisten bungkam serta enggak menyangkal, keberanianku kian menaik serta dengan cara beroncet-roncet bersilir-silir kugeser ciumanku ke arah bibirnya, serta sontak aja War menerkam serta memelukku bersama mencari bibirku atas matanya yang lagi tertutup.

saya berkecupan cukup lamban serta sesekali lidahku kujulurkan ke dalam mulutnya serta War mengisapnya. dengan konsisten berkecupan, kurebahkan badannya lagi serta tangan kananku lekas kuletakkan persisnya di berdasarkan buah dadanya yang kerasa amat alot serta sedikit kuremas. Pada ketika itu semua darahku kerasa mendidih serta akibatnya kuremas-remas payudaranya seperti keinginanku serta kumaikan berdasarkan aksen yang mendatangkannya jadi lebih terangsang.

akibatnya kita menghari ikatan ini atas secepat boleh jadi. berakhir

author
Author: