cerita sex ngentot Dewasaa Mesum dan bugil telanjang PEMBANTU SEKSI SEKALIGUS MELAYANI KEBUTUHAN SEKS ( Part 2 )

Sambungan Pembantu  Cerita Sex, Cerita Mesum, Cerita Ngentot, Cerita Sedarah, Cerita Daun Muda  sensual sekalian menjamu keinginan gender. selanjutnya buntut ceritanya. sampai sesuatu malam di ranjangku yang besar kita saling berpelukan. saya berpukas dada serta Mbak Sum memakai daster. lagi sekeliling jam 9 durasi itu serta kita lalu enak berkecupan, berangkulan, berpelukan erat-erat saling jamah, pijit, memerah. Kuselusupkan tanganku di bawah dasternya kemudian menariknya ke berdasarkan. lalu ke berdasarkan sampai pahanya menganga, perutnya terbuka serta akibatnya baju dalam putihnya tampak menantang. Tanpa cakap dasternya lalu kulepas melalui kepalanya

Jangan, abang..  Mbak Sum menyangkal.
Nggak apa-apa, Mbak, hanya dasternya kan..  rayuku.


beliau jadi membebaskan tanganku. pula bungkam aja kala saya berterus terang membuka celana luarku sampai kita kini bercokol berpakaian dalam. balik badan bahenol balu bahenol itu kugeluti, kuhisap-hisap klimaks branya yang tampak kesempitan menadahi teteknya. Mbak Sum mendesis-desis dengan meremasi rambut kepalaku serta menggapitkan pahanya kuat-kuat ke pahaku.

�Mbak Sum pingin anda bugil? � tanyaku.
�Jangan, abang. Pingin sih pingin.. tetapi.. gimana betul.. �
�Sudah berapa lamban Mbak Sum enggak ngeseks? �
�Ya dari suami Mbak tewas.. kurang lebih tiga tahun.. �
�Pasti Mbak jadi kerap coli betul? �
�Kadang-kadang bila telah enggak kuat, abang.. �
�Kalau bermain atas laki-laki lain? �
�Belum sempat, abang.. �
�Masak sih, Mbak? masak enggak terdapat yang ingin? �
�Bukan sedemikian itu, tetapi saya yang enggak ingin, abang.. �
�Kalau serupa saya kenapa ingin sih, Mbak? � godaku lagi.
�Ah, kan abang yang mulai.. serta lagi, anda kan enggak hingga anu.. �
�Anu apa, Mbak? �
�Ya itu.. bugil gitu.. �
�Sekarang anda bugil betul, Mbak.. �
�Eee.. bila berbadan dua gimana, abang? �
�Aku memakai kondom lah.. �
�Ng.. tetapi itu kan cacat, abang? �
�Kalau yang kini ini cacat enggak, Mbak? � tanyaku mentesnya.
�Eee.. sedikit, abang, � jawabnya bimbang.

saya mesem mengikuti balasan membendung itu serta balik melekap erat-erat badan sekalnya yang memengkalkan. Kuremas serta kucium-cium pelapis teteknya. beliau melekap punggungku lebih akrab. Kuraba-raba belakang punggungnya mencari kemudian melepaskan hubungan branya.

�Ja.. janganlah, abang.. � Bisiknya tanpa akibat menyangkal serta kulanjutkan gerakanku.

Mbak Sum cuma melenguh minim kala branya kutarik serta kulemparkan tidak tahu kemana. Dua buah mendikai enak itu langsung kukemut-kemut putingnya. Kuhisap, kumasukkan mulut sebesar-besarnya, kugelegak, dengan kulepas CD-ku. Mbak Sum lalu mendesis-desis serta bergetar-getar badannya. kita bergumul menggelinding-gelinding. Kutekan-tekan selangkangannya atas zakarku.

�Gimana, Mbak.. telah sedia kuperawani? � tanganku menjangkau CD-nya serta akan melepasnya.
�Jangan, abang. bila berbadan dua gimana? �
�Ya ditunggu aja hingga lahir to, Mbak.. � gurauku dengan mencoba menarik merdeka CD-nya.

Mbak Sum mencoba memegangi CD-nya tetapi seranganku di komponen berdasarkan badannya mendatangkannya jijik serta tangannya jadi abai. Cd-nya juga merosot melampaui pantatnya.

�Kalau berbadan dua, siapa yang ngurus bayinya? �
�Ya, Mbak lah, kan itu anakmu.. tugasku kan hanya buat anak, enggak ngurusi anak.. � godaku lalu.
�Dasar, ingin enaknya seorang diri.. � Mbak Sum memukulku ayal, tangannya mencoba menjangkau CD dari bawah pahanya tetapi bertekuk lutut lekas atas gerakanku melepaskan CD itu dari kakinya. lekas kukangkangkan pahanya kemudian kubenamkan lidahku ke danau. Slep.. slep.. slep.. Mbak Sum melenguh serta mengejai lagi dengan meremasi kepalaku. tampak beliau terletak dalam kenikmatan.

sebagian menit setelah itu, saya memutar posisi tubuhku hingga batang zakarku persisnya di mulutnya sementara lidahku konsisten bekerja di vulvanya. atas kira-kira canggung-canggung beliau mulai menjilati, mengulum serta menghisapnya. Vulvanya mulai berair, zakarku mengejang jauh. investigasi atas lidah kuteruskan sementara tanganku meremas-remas sekeliling selangkangan sampai anusnya.

�Agh.. agh.. Maas.. ak.. saya.. �

Mbak Sum tidak bisa berbicara lagi, cuma pantatnya kerasa berkiat berkejat-kejat serta mengalirlah larutan maninya mengaliri mulutku. Kugelegak hingga habis larutan bersih itu.

�Isap anuku lebih keras, Mbak! � perintahku kala kurasakan maniku pula telah di pucuk zakar.

serta betul aja, sedemikian itu diisap lebih keras sesaat setelah itu spermaku menyembur masuk ke kerongkongan Mbak Sum yang lekas melepasnya hingga mulutnya keselak berlepotan benih. kita juga terjelepak kecapekan. Kuputar tubuhku lagi serta malam itu kita tidur bugil berpelukan buat pertama kalinya. tetapi zakarku konsisten enggak memerkosa vaginanya. saya lagi mau mengabadikan �makanan terenak� itu lama.

berikutnya aksi lisan gender jadi favorit kita tiap hari. tidak tahu pagi, siang ataupun malam apabila salah satu dari kita (kebanyakan saya yang berinisiatif) mau bersetubuh betul langsung aja tusuk. tidak tahu itu di kamar, dengan mandi bersama-sama ataupun berbalik-balik di ambal. setiap hari kita mandi keramas serta tidak tahu berapa melimpah becak benih di ambal. selagi itu saya lagi bertahan serta setidaknya mahal cuma memuatkan kepala zakarku ke vaginanya kemudian kutarik lagi. Batangnya enggak hingga masuk biar terkadang Mbak Sum telah mau sekali serta menekan-nekan pantatku. �Kok enggak jadi masuk, abang? � tanyanya sesuatu hari.

�Apa Mbak sedia berbadan dua? � balikku.
�Kan saya dapat minum gentel kabe to abang.. �
�Bener nih Mbak berkenan? � jawabku menggodanya dengan memuatkan lagi kepala zakarku ke memeknya yang telah berair basah.
�Heeh, abang, � beliau menganggut.
�Mbak enggak merasa bersalah serupa suami? �
�Kan telah tewas, abang. �
�Sama kanak-kanak? �
beliau bengong sedetik, kemudian jawabnya lembut, �A. a.. saya kan pula lagi memerlukan gender, abang.. �
�Mana yang Mbak butuhkan, gender ataupun suami? � tanyaku lalu mau ingat isi hatinya.
Kuangkat lagi kepala zakarku dari mulut memeknya kemudian kusisipkan aja di sela-sela pahanya.
�Pinginnya sih suami, abang.. tetapi kalau abang jadi suamiku kan enggak boleh jadi to.. saya ini kan hanya orang dukuh serta pembantu.. � jawabnya jujur.
�Jadi, bila serupa saya hanya memerlukan seksnya saja betul Mbak? Mbak hanya memerlukan nikmatnya kan? Mbak Sum pingin dapat orgasme setiap hari kan? �

Mbak Sum tersipu. enggak menanggapi justru menggenggam kepalaku serta menyosor bibirku atas bibirnya. kita balik berangkulan serta berbalik-balik. Zakar besar tegangku tercapit di tengah pahanya kemudian cepat-cepat saya berbelok badan serta memuatkan ke mulutnya. spontan Mbak Sum menghisap kuat-kuat zakarku serupa serupa saya yang lekas mengobok-obok vaginanya atas tiga jemari serta lidahku. Sejenak setelah itu balik kita orgasme serta pemancaran nyaris berbarengan. Yah, bisakah pembaca bersetubuh serupa kita? Saling memuasi tanpa memuatkan zakar ke faraj.

ikatan nikmat ini lalu aktif sampai sesuatu petang sepulangku kegiatan Mbak Sum memberiku sekaplet gentel kabe serta sekotak kondom kepadaku.

�Sekarang tergantung abang, ingin memakai yang mana? Mbak telah sedia.. � tantangnya.
saya jadi menggambarkan penisku memompa vaginanya yang menggunduk itu.
�Mbak amat jujur? � tanyaku.
�Lha benar selagi ini apa abang? aku kan telah berserah diapakan aja serupa abang. �
�Mbak enggak kuatir walaupun saya enggak bakalan jadi suami Mbak? � lanjutku dengan berawas-awas buat menjauhi risiko apabila berlangsung suatu di belakang hari.

�Saya telah jujur kosong ungu muda, ingin dikawini aja setiap hari ataupun dinikahi sekaligus tergantung abang aja. aku amat enggak terdapat harapan apa-apa di belakang belakang.. aku cuma mau anda berkaitan gender atas maksimum.. enggak alang kepalang serupa kini ini.. �

Haah, nyatanya Mbak Sum juga jadi berkobar keinginan syahwatnya sehabis berkaitan gender denganku dengan cara eksklusif selagi ini. nyatanya perempuan ini memendam ambisi erotis yang besar pula. hingga berkenan membaktikan harga dirinya. saya jadi tidak sampai hati, tetapi sekalian suka karna enggak akan menanggung risiko apapun dalam berkaitan gender atas beliau. saya selagi ini kan benar cuma mengejar keinginan serta tampaknya Mbak Sum juga terbawa iramaku itu. betul, gender cuma buat kebahagiaan keinginan serta badan.

Tanpa rasa cinta. enggak harus terdapat kebimbangan akan risiko mesti mengawini, memiliki anak dsb. bila lagi saya bisa prt sekalian pemuas keinginan atas bayaran semurah ini (gajinya sebulan 150 ribu rupiah terkadang kutambah 50 ataupun 100 ribu bila terdapat rejeki lebih). Bandingkan biayanya apabila saya mesti cari perempuan pelipur tiap hari. serta kayaknya yang serupa inilah yang digemari para laki-laki pengobral zakar serta boleh jadi beberapa besar pembaca 17Tahun inipun termasuk di dalamnya. ingin nikmatnya, enggak ingin pahitnya. sedemikian itu, kan? Ngaku ajalah, enggak mesti cengengesan kayak beruk gitu. pertanyaan gender anda serupa serta identik kenapa. He he he..

�Sekarang saya ingin mandi dulu, Mbak. hal itu pikirin belakang aja, � jawabku dengan melepaskan busana serta jalur ke kamar mandi berpukas.

Kutarik tangan Mbak Sum buat menemaniku mandi. busananya juga telah kulepasi sebelum kita hingga ke pintu kamar mandi. keadaan serupa ini telah lazim kita lakukan. Saling menyikat serta membasuh dengan membangunkan nafsu-nafsu memberahikan kita. serta kegiatan mandi bersama-sama senantiasa beres atas tumpahnya benih serta benih kita bersama-sama karna saling isep.

serta bisikan buat main gender atas berakhir kian besar sehabis terdapat gentel kabe serta kondom yang dibeli Mbak Sum. akan datang malamnya pemeriksaan itu bakal kita mulai atas kondom lebih dulu. Soalnya saya cemas bila terdapat akibat sisi apabila Mbak Sum minum gentel kabe. tutur orang bila enggak sesuai justru buat kering kandungan. Kan belas bila orang semontok Mbak Sum rahimnya kering. Malam itu setelah makan malam serta nonton TV hingga jam sembilan, kita mulai berbalik-balik di ambal. Satu persatu penutup badan kita berceceran di dek. Putingya kupelintir serta sisi lagi kukemut serta kugigit-gigit minim sementara tangan kananku menggesek-gesek pintu memek Mbak Sum hingga beliau mengerang-erang ingin orgasme.

�Sekarang memakai betul, abang, � bisiknya dengan memegang cepat zakarku yang bengkak membujur.
�Heeh, � jawabku kemudian beliau menjangkau sebungkus kondom yang telah anda sediakan di sisi TV.

Disobeknya kemudian getah kejai pipih berminyak itu perlahan disarungkannya ke penisku. Mbak Sum tampak hati-hati sekali.

�Wah, jadi tak dapat diisep Mbak nih, � kataku.
�Kan yang ngisep ganti mulut bawah, abang.. � Guraunya membuatku mesem dengan lalu memijit-mijit teteknya.
Sleeb.. kemudian getah kejai pipih itu juga digulungnya turun hingga melingkupi semua batangku.
�Sudah, abang, � tuturnya dengan menelentangkan badan serta mengangkan pahanya lebar-lebar.
perlahan-lahan saya mengangkanginya.
�Sekarang betul, Mbak, � bisikku dengan memeluknya sebati.
Mbak Sum mengatupkan mata. perlahan-lahan zakarku dipegang, diarahkan ke lobang nikmatnya. Kuoser-oser sesaat di depan pintunya kemudian kudesakkan masuk. Masuk setengah. Mbak Sum melenguh..
�Sakit Mbak? �
�Sedikit.. �

Kuhentikan sesaat kemudian kudorong lagi perlahan serta beliau mulai melepasnya. Bless.. slep.. kugerakkan pantatku maju-mundur naik-turun. Matanya memejamkan arik, tangan kita berpelukan, buah dada terhimpit dadaku, bingkai kita saling melulum. Kugenjot lalu, kupompa, kubajak, kucangkul, kumasuki, kubenamkan, dalam serta kian dalam, beruntun, lekas serta cepat. hingga akibatnya gerakkanku bencat kala seketika Mbak Sum memelukkan pahanya erat-erat ke pahaku.

�Akk.. saya hingga abang.. egh.. egh.. �

serta seerr.. kerasa larutan hangat menerpa zakarku. Kuhentikan gerakanku, serta cuma membenamkannya dalam-dalam. Menekan serta menekan masuk. Rasanya kira-kira minim lezat karna batangku terbungkus getah kejai pipih itu.

Kubiarkan Mbak Sum rehat sejenak sebelum saya mulai memompanya lagi berkali-kali dengan kueksplorasi komponen sensitif badannya sampai beliau balik terangsang.

�Mbak pingin pergi lagi? � tanyaku.
�Kk.. bila dapat, abang.. pergi sama-sama.. � ajaknya dengan mulai melambai-lambaikan serta memutar-mutar bokongnya.

saya merasakan nikmat yang belum sempat kurasakan. Soalnya kan anyar pertama kali ini zakarku menancapi lubangnya. nyatanya hebat pula goyangannya. ayun ngebornya Inul, ngecornya Denada ataupun ngedennya Camelia raja bertekuk lutut jauh lah.. soalnya mana boleh jadi saya ngrasain faraj mereka kan? serta kenikmatan itu kian kerasa diujung batangku. aksi pompaku kian lekas serta lekas.

�Mbak.. hh.. hh.. hh.. � dengkung nafasku lalu melajukan debar maju berkurang pantatku.
Sementara atas tidak bertekuk lutut brutalnya Mbak Sum melaksanakan yang serupa dari bawah.
�Ak.. saya telah ingin Mbak.. � pelukku kencang ke badannya.

Kutindih, kuhunjamkan dalam-dalam, kuhentakkan kala benih pergi dari pucuk batangku. Yang tentu Mbak Sum tidak bakalan merasakan semburannya karna toh telah tertampung di pucuk kondom. Sejenak setelah itu Mbak Sum juga memilin serta berkejat-kejat sebagian kali dengan membeliak-beliak matanya. beliau orgasme lagi. badannya konsisten kutelungkupi. Nafas kita berburu.

Mata kita terkatup kecapaian. �Puas, Mbak? � bisikku dengan mengulum telinganya. beliau menganggut minim. kita balik tidur berpelukan. boleh jadi beliau lagi menggambarkan tidur atas suaminya. (Sementara saya enggak menggambarkan apapun eksepsi sesosok daging anom alot yang sedia kugenjot tiap ketika). Hehehe.. belas Mbak Sum bila beliau ingat otak mesumku. tetapi mengapa harus dikasihani bila beliau pula menikmati? betul kan? betul kan? saya kerap bingung: apabila seseorang perempuan orgasme kala beliau diperkosa, apakah itu dapat dikenal perkosaan? Siapa dapat jawab?

dengan menanti mengharap jawab kamu, saya serta Mbak Sum lalu mereguk kebahagiaan atas memakai kondom. Sayangnya satu kondom cuma dapat digunakan satu kali bermain. bila lebih dikuatirkan berlubang. sebab itu cuma dalam satu hari itu kondom satu dus habislah telah. kamu dapat jumlah seorang diri berapa kali saya pemancaran.

Esoknya, �Mbak, kondomnya habis, ingin memakai gentel? � tanyaku.
�Boleh, � jawabnya bebas.

serta malam itu mulailah beliau minum gentel seperti agenda serta hasilnya.. nyatanya kita lebih senang karna enggak terdapat lagi epidermis getah kejai pipih yang menahan basut spermaku menaiki gaung garba Mbak Sum.

�Mas.. abang.. bentakan lalu abang, lezat sangat.. � serunya kala saya pemancaran dengan berkejat-kejat diatas pahanya belasan kali memancangkan zakar yang menyemprot puluhan kali.

Dari cret, crit, crut, crat hingga crot crot crot kemudian cret cret cret lagi! ! pertanyaan kandungan kering telah tidak kupikir lagi. kendati aja ingin kering ingin berair insan yang melaksanakan manggut-manggut aja tuh. Yah, dalam semalam minimum kita tentu hingga tiga kali orgasme serta pemancaran. sebaliknya pagi ataupun siang enggak senantiasa kita lakukan. kita ibarat sebandung gila gender. Ditambah vCD-vCD triple-x yang kutontonkan padanya, Mbak Sum jadi kian pakar memasak persetubuhan kita jadi kenikmatan tidak tara. berakhir

author
Author: